TANGERANG SELATAN – Saat waktu berbuka tiba, banyak orang memilih minuman dingin agar tubuh terasa lebih segar setelah seharian menahan lapar dan haus. Es teh manis, es buah, hingga es kelapa kerap menjadi menu favorit saat berbuka puasa.
Namun di balik sensasi menyegarkan tersebut, ada sejumlah risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Kebiasaan minum es saat berbuka puasa dapat berdampak pada sistem pencernaan hingga metabolisme tubuh. Sayangnya, masih banyak orang yang belum menyadari potensi efek tersebut.
Karena itu, bagi Anda yang gemar mengonsumsi minuman dingin saat berbuka, sebaiknya mulai membatasi kebiasaan tersebut agar kesehatan tetap terjaga selama menjalani puasa di bulan Ramadan.
Berikut beberapa dampak yang bisa muncul akibat minum es saat berbuka puasa:
1. Mengganggu sistem pencernaan
Mengonsumsi minuman es saat perut masih kosong setelah berpuasa seharian dapat memicu gangguan pada sistem pencernaan. Suhu dingin dari minuman dapat menyebabkan kontraksi mendadak pada organ pencernaan. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa kembung, kram perut, hingga diare. Selain itu, perubahan suhu yang tiba-tiba juga dapat memperlambat proses pencernaan makanan.
2. Berisiko menyebabkan radang tenggorokan
Minuman dingin juga dapat memicu iritasi pada tenggorokan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap suhu rendah. Setelah berpuasa seharian, tenggorokan cenderung lebih rentan terhadap peradangan. Akibatnya, seseorang bisa mengalami batuk, sakit tenggorokan, atau suara menjadi serak setelah berbuka dengan minuman es.
3. Menghambat penyerapan nutrisi
Suhu dingin dari minuman es dapat memengaruhi proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Hal ini terjadi karena suhu dingin dapat mempersempit pembuluh darah pada saluran pencernaan. Jika hal tersebut terjadi, penyerapan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi setelah berbuka bisa menjadi kurang optimal.
4. Memicu naiknya asam lambung
Bagi penderita maag atau masalah lambung lainnya, minum es saat berbuka puasa berpotensi memperburuk kondisi. Minuman dingin dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung yang menyebabkan nyeri ulu hati, mual, hingga muntah. Kondisi ini tentu bisa mengganggu kenyamanan saat menjalani ibadah puasa.
5. Menyebabkan sakit kepala mendadak
Minuman es yang diminum secara cepat juga bisa memicu sakit kepala singkat yang dikenal sebagai brain freeze. Hal ini terjadi karena suhu dingin menyebabkan penyempitan pembuluh darah di area kepala secara tiba-tiba. Akibatnya, seseorang dapat merasakan nyeri tajam selama beberapa detik setelah meminum minuman dingin.
6. Berpotensi menurunkan daya tahan tubuh
Minuman dingin dapat menurunkan suhu tubuh secara mendadak sehingga tubuh perlu bekerja lebih keras untuk menyesuaikannya. Proses ini dapat membuat tubuh lebih cepat lelah dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini berpotensi membuat seseorang lebih rentan terkena flu atau pilek.
7. Memicu masalah pada gigi dan mulut
Kebiasaan mengonsumsi es secara berlebihan juga bisa berdampak pada kesehatan gigi. Suhu dingin dapat merusak lapisan enamel gigi dan meningkatkan risiko gigi retak atau sensitif. Bahkan, jika seseorang sering mengunyah es, kondisi tersebut dapat memicu kerusakan gigi yang memerlukan perawatan khusus.







