• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Selasa, 24 Februari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Sosialisasi Stop Bullying: Upaya Pencegahan dan Penanganan Perilaku Perundungan

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Februari 24, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Sosialisasi Stop Bullying: Upaya Pencegahan dan Penanganan Perilaku Perundungan
226
SHARES
2.8k
VIEWS

BULLYING atau perundungan masih menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan, khususnya di kalangan remaja. Tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang ini tidak hanya menyakiti korban secara fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Dampaknya dapat menghambat perkembangan sosial, menurunkan rasa percaya diri, dan bahkan memengaruhi prestasi akademik siswa.

Di lingkungan Yayasan Pembangunan Masyarakat Sejahtera (YPMS) Kedaung, isu bullying menjadi perhatian penting. Minimnya pemahaman tentang definisi, bentuk, dan dampak bullying, serta belum optimalnya upaya pencegahan yang terstruktur, menjadi celah yang memungkinkan perilaku negatif ini terus berulang.

Menyadari urgensi tersebut, kami sekelompok mahasiswa Program Studi Manajemen S-1, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Sosialisasi Stop Bullying: Mengetahui, Mencegah, dan Menangani Perilaku Bullying pada YPMS Kedaung”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi komprehensif kepada para siswa, menumbuhkan kesadaran kolektif akan bahaya bullying, serta membekali mereka dengan strategi praktis untuk mencegah dan menghadapi tindakan perundungan. Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa SMK YPMS Kedaung, dengan harapan tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.

Metode Pelaksanaan 

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada 27 Desember 2025 ini dirancang dengan metode partisipatif dan edukatif melalui empat tahapan utama. Pertama, identifikasi permasalahan dilakukan melalui observasi awal dan komunikasi dengan pihak yayasan untuk memahami tingkat pengetahuan siswa tentang bullying serta bentuk-bentuk perundungan yang umum terjadi. Kedua, penyampaian materi edukasi menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi.

BACA JUGA :  Mahasiswa UNPAM Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini di RA Ummul Arqam Lewat Cara yang Seru dan Kreatif

Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, berbagai bentuknya (fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying), dampak negatif bagi korban, pelaku, dan lingkungan, serta strategi pencegahan dan penanganan. Ketiga, pendampingan dan edukasi persuasif diberikan melalui simulasi dan latihan sikap asertif, seperti menolak ajakan bullying atau membela korban dengan kalimat tegas. Keempat, tahap monitoring dan evaluasi dilakukan dengan mengamati partisipasi aktif peserta, respons selama diskusi, serta perubahan pemahaman mereka setelah kegiatan.

Hasil dan Pembahasan

Pelaksanaan sosialisasi Stop Bullying di YPMS Kedaung menunjukkan hasil yang sangat positif. Terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai isu perundungan. Sebelum kegiatan, banyak siswa yang mengartikan bullying hanya sebatas kekerasan fisik seperti memukul atau mendorong. Setelah penyampaian materi, mereka mulai memahami bahwa ejekan, hinaan, pengucilan, hingga komentar negatif di media sosial juga termasuk dalam kategori bullying yang sama berbahayanya.

Para peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran akan dampak psikologis yang ditimbulkan. Mereka tidak lagi memandang bullying sebagai “kenakalan biasa”, melainkan sebagai perilaku yang dapat menyebabkan trauma, kecemasan, dan hilangnya kepercayaan diri pada korban. Hal ini tercermin dari diskusi interaktif yang berlangsung hangat; para siswa antusias bertanya dan berbagi pengalaman, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan realitas yang mereka hadapi sehari-hari.

BACA JUGA :  Manfaat Pohon Mangrove melalui Kolaborasi Kelompok Tani Hutan Remaja Tanjung Burung

Selain aspek pengetahuan (kognitif), kegiatan ini juga berhasil menyentuh aspek sikap (afektif) dan komitmen (konatif). Melalui pendekatan persuasif dan simulasi, peserta dilatih untuk memiliki empati dan keberanian bersikap tegas. Beberapa siswa menyatakan komitmennya untuk tidak lagi melakukan candaan yang menyakiti teman dan akan lebih berani melapor jika menyaksikan tindakan perundungan. Hal ini menandakan bahwa sosialisasi tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga berhasil menanamkan nilai-nilai positif dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dengan demikian, metode sosialisasi yang sistematis dan partisipatif terbukti efektif sebagai upaya preventif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman.

Kesimpulan dan Saran

Kegiatan Sosialisasi Stop Bullying di YPMS Kedaung telah berhasil mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai bahaya perundungan. Para peserta kini lebih mampu mengidentifikasi berbagai bentuk bullying, memahami dampak negatifnya, dan memiliki gambaran tentang cara mencegah serta menanganinya. Keberhasilan ini tidak terlepas dari metode pelaksanaan yang interaktif dan partisipatif, yang mampu membangun empati dan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.

BACA JUGA :  PKM Unpam: QRIS sebagai Inovasi Digital sistem Pembayaran Indonesia 

Sebagai tindak lanjut, beberapa saran dapat diajukan. Pertama, sosialisasi serupa perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar pesan anti-bullying terus tertanam dan menjadi budaya di lingkungan YPMS Kedaung. Kedua, diperlukan penguatan peran lingkungan, di mana para pendidik dan orang tua turut aktif dalam membangun kontrol sosial dan memberikan pendampingan.

Ketiga, pengembangan media edukasi yang lebih beragam, seperti poster, video, atau konten media sosial, dapat dilakukan agar materi lebih menarik dan mudah diakses oleh siswa. Terakhir, kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti perguruan tinggi lain atau lembaga psikologi, akan sangat bermanfaat untuk memperkaya perspektif dan sumber daya dalam upaya pencegahan bullying. Dengan upaya bersama yang berkelanjutan, lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Penulis:

Abid Masruqil Anwar

Adithia Radita 

Rika Oktasari 

Dosen Pebimbing: Muhammad Gandum, S.E.,M.M.

Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Tags: Sosialisasi Stop Bullying
Previous Post

Penagih Utangnya Dituduh Tusuk Advokat, MTF Buka Suara

Next Post

Pemkot Tangsel Gandeng TPID dan Forkopimda Guna Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadan 2026

Related Posts

Kepemimpinan Visioner dan Kinerja Dosen Solid, Prodi Manajemen UNPAM Raih 9 Penghargaan
PENDIDIKAN

Kepemimpinan Visioner dan Kinerja Dosen Solid, Prodi Manajemen UNPAM Raih 9 Penghargaan

Februari 16, 2026
2.4k
Pencegahan Perilaku Penyimpang pada YPMS Kedaung
DUNIA KAMPUS

Pencegahan Perilaku Penyimpang pada YPMS Kedaung

Februari 10, 2026
2.8k
Pajak Bukan Hanya Urusan Orang Dewasa: Mengenal Peran Pajak dalam Kehidupan Sehari-hari
DUNIA KAMPUS

Pajak Bukan Hanya Urusan Orang Dewasa: Mengenal Peran Pajak dalam Kehidupan Sehari-hari

Februari 10, 2026
2.3k
PKM Universitas Pamulang: Simulasi Produksi dan Pemasaran Produk Kreatif sebagai Edukasi Ekonomi bagi Siswa SMP
DUNIA KAMPUS

PKM Universitas Pamulang: Simulasi Produksi dan Pemasaran Produk Kreatif sebagai Edukasi Ekonomi bagi Siswa SMP

Februari 9, 2026
2.3k
Tanamkan Karakter Cerdas Finansial Sejak Dini
DUNIA KAMPUS

Tanamkan Karakter Cerdas Finansial Sejak Dini

Februari 9, 2026
2.5k
Dari Hiburan ke Literasi: PKM sebagai Upaya Membangun Pola Pikir Wirausaha Digital Generasi Alpha
DUNIA KAMPUS

Dari Hiburan ke Literasi: PKM sebagai Upaya Membangun Pola Pikir Wirausaha Digital Generasi Alpha

Februari 8, 2026
2.4k
Next Post
Pemkot Tangsel Gandeng TPID dan Forkopimda Guna Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadan 2026

Pemkot Tangsel Gandeng TPID dan Forkopimda Guna Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadan 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com