NUNUKAN – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,1 yang terjadi pada Senin (24/2/2026) dini hari pukul 01.57.46 WITA di utara Sabah, Malaysia, memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
Sejumlah warga di Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan mengaku terbangun akibat getaran yang terasa cukup jelas di dalam rumah. Beberapa di antaranya sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi sekitar karena khawatir gempa susulan akan terjadi.
“Lumayan keras bang, beruntung saya belum tidur. Saya bangunkan anak dan istri saya dan segera berlari keluar rumah,” kata Sardi, warga Nunukan kepada Tangselxpress.com lewat pesan whatsapp.
Menurutnya, gempa ini cukup mengejutkan karena wilayah di Kaltara sangat jarang terjadi gempa. “Yah, takut saja bang,” kata Sardi.
Hal yang sama disampaikan Erwita Kumalasari. Wanita paruh baya ini mengaku terbangun begitu merasa tempat tidur yang dia tiduri bergetar hebat.
“Saya awalnya sempat berpikir, ini goyangan apa. Lalu saya sadar dan segera keluar rumah, takut rumah roboh,” kata Erwita.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, hasil analisis menunjukkan gempa tersebut memiliki magnitudo 7,1.
Episenter gempa terletak pada koordinat 6,94 derajat Lintang Utara dan 116,26 derajat Bujur Timur atau berada di laut sekitar 109 kilometer timur laut Kota Kinabalu, Malaysia, dengan kedalaman sekitar 628 kilometer.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong sebagai gempa bumi dalam akibat aktivitas deformasi di dalam lempeng Laut Filipina. Gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan sesar geser naik atau oblique thrust fault.
Berdasarkan analisis pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa menimbulkan guncangan dengan skala intensitas III MMI di Nunukan. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk berlalu.
Sementara itu, di Tarakan, guncangan tercatat pada skala II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Meski sempat memicu kepanikan warga, hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Warga pun diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.







