JAKARTA – Sebanyak 889 siswa SMPN 182 Jakarta membawa pulang makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan untuk dinikmati di rumah ataupun saat berbuka puasa.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SMPN 182 Jakarta, Narwan, mengatakan selama Ramadan makanan tidak dikonsumsi di sekolah.
“Harus dibawa pulang. Justru kalau dimakan di sekolah saya tidak boleh karena puasa,” kata Narwan kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/2/2026).
Dia menjelaskan, distribusi MBG selama Ramadan pada dasarnya sama seperti hari biasa. Perbedaannya terletak pada jenis makanan yang diberikan, yakni berupa makanan kering.
Adapun menu yang dibagikan antara lain ubi rebus, keripik tempe, susu kotak 125 mililiter (ml), dan kurma.
“Yang jelas, makanan itu normatif, makanan yang mungkin harapannya anak-anak mau menikmati,” ujar dia.
Terkait keluhan, Narwan mengatakan ada beberapa masukan dari siswa. Namun, menurut dia, hal itu kembali pada selera masing-masing.
Pihak sekolah juga masih menunggu kepastian terkait pola pengantaran MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalibata selama Ramadan, apakah dilakukan setiap hari atau dirapel dua hingga tiga hari sekali.
“Kalau makanan basah kan setiap hari rutin, tapi kalau makanan kering bisa dirapel dua hari sekali,” tutur Narwan.
Distribusi MBG diketahui kembali dimulai pada 23 Februari 2026. Selama Ramadan, penyaluran disesuaikan dengan hari masuk siswa.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) memaparkan skema khusus pendistribusian MBG selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah dan cuti bersama Lebaran, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pada 18–24 Maret 2026 tidak dilakukan penyaluran MBG bagi seluruh penerima manfaat, baik peserta didik maupun non-peserta didik. Sebagai pengganti, distribusi dilakukan lebih awal melalui paket bundling.
Paket bundling merupakan penggabungan paket makanan kemasan sehat MBG untuk konsumsi beberapa hari yang diserahkan sekaligus. Meski demikian, BGN menekankan batas maksimal makanan yang telah diterima hanya bertahan hingga tiga hari.
BGN juga memastikan pelayanan program pemenuhan gizi nasional melalui MBG tetap berjalan selama Ramadan. Untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita usia 6–59 bulan, pelayanan MBG tetap berlangsung penuh selama periode tersebut.







