JAKARTA – Pertunjukan Mens Rea menuai kontroversi hingga berujung pada enam laporan polisi. Meski demikian, komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya sama sekali tidak jera dan tetap berkomitmen untuk terus berkarya di dunia stand-up comedy.
Saat ditanya apakah kontroversi tersebut membuatnya kapok, Pandji menjawab tegas tidak. “Enggak,” kata Pandji di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Selasa, 3 Februari.
Pandji menilai dirinya tidak memiliki niat buruk sejak awal. Ia menegaskan bahwa pertunjukan yang dibuat semata-mata bertujuan untuk menghibur masyarakat.
“Karena memang tidak datang dengan niat jahat, datangnya hanya dengan niat menghibur, bikin masyarakat ketawa,” ujarnya.
Menurut Pandji, selama niatnya baik dan ia terbuka untuk menjelaskan maksud dari karya yang ditampilkan, tidak ada alasan baginya untuk berhenti berkarya. Ia pun memastikan akan kembali menggelar pertunjukan komedi, meski tidak lagi menggunakan judul Mens Rea.
“Apakah ada pertunjukan komedi lagi? Pasti ada, tapi judulnya sudah bukan Mens Rea,” kata dia.
Pandji dikenal sebagai komika yang kerap mengangkat isu sosial dan politik dalam materinya. Tema tersebut, menurutnya, akan tetap menjadi bagian dari karya-karya selanjutnya.
“Dalam sepuluh pertunjukan saya, memang saya senang membahas sosial dan politik karena itu keresahan saya,” ungkap Pandji.
Ia juga mengaku mendapat masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar terus melakukan perbaikan dalam berkarya. Pandji berkomitmen untuk menghadirkan materi komedi yang dapat menghibur lebih banyak orang dengan tetap mempertimbangkan perasaan penonton.
Pengalaman ini, kata Pandji, justru menjadi pelajaran berharga untuk tumbuh menjadi seniman yang lebih matang di masa mendatang.







