BOGOR– Masih dalam suasana Bulan Rajab 1447 Hijriah, yang identik dengan peringatan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, masyarakat Masjid Al-Hakim, Perumahan Vila Gading Permata, Curug, Kabupaten Bogor, menggelar peringatan Isra Mi’raj pada Sabtu malam (24/1/2026).
Dalam tausiahnya, Tokoh Islam Curug Kabupaten Bogor sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Khairaat, Abuya KH Wahidin Masduki, Lc., M.Pd., menekankan pentingnya menjadikan salat sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar kewajiban formal. Menurutnya, pemahaman terhadap peristiwa Isra Mi’raj belumlah sempurna jika perintah salat lima waktu belum dijalankan dengan penuh kesadaran.
“Jangan hanya merayakan Isra Mi’raj setiap tahun, tapi jadikan salat sebagai kebutuhan. Jika seseorang merasa butuh, maka ketika azan berkumandang, ia akan meninggalkan aktivitas dunia, berwudu, dan segera menunaikan salat,” ujar Abuya KH Wahidin.
Ia menambahkan, salat yang dilakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban tanpa kekhusyukan dan fokus menghadap Allah SWT akan menjadi sia-sia. “Jangan sampai salat hanya sekadar ‘yang penting sudah salat’,” tegasnya.
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengangkat tema “Membangun Komitmen pada Ibadah dan Akhlak Mulia”. Ketua Majelis Taklim Al-Hakim, Neni Supriyani, mengatakan tema tersebut dipilih karena relevan dengan esensi peristiwa Isra Mi’raj, yakni perintah salat sebagai tiang agama serta keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al-Hakim, Ustaz Dr. Parhan Hidayat, M.Hum., yang juga Dosen Adab di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, menjelaskan pentingnya membina generasi muda agar mencintai masjid dan menjaga salat. Menurutnya, anak-anak perlu memiliki kenangan indah bersama masjid sejak dini.
“Masjid harus merangkul anak-anak dengan berbagai kegiatan yang menarik. Memang ada tantangan, seperti anak-anak yang terkadang gaduh atau bercanda di masjid, namun hal itu perlu dikelola bersama oleh DKM, jamaah, dan para orang tua,” jelasnya.
Ia menambahkan, anak-anak dan generasi muda juga perlu diberi pemahaman bahwa salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga solusi dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. “Salat membuat hati lebih tenang dan pikiran lebih jernih, sehingga seseorang lebih bijaksana dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Al-Hakim berlangsung meriah dan penuh khidmat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan penampilan grup rebana ibu-ibu Al-Hakim, pembagian doorprize berupa susu dan minyak goreng, serta ditutup dengan tausiah utama oleh Abuya KH Wahidin Masduki.







