PERKEMBANGAN teknologi dan industri global saat ini menunjukkan pergeseran paradigma dari era industri 4.0 menuju era industri 5.0. Jika pada industri 4.0 fokus utama terletak pada otomatisasi dan digitalisasi, maka industri 5.0 menekankan kolaborasi antara manusia dan teknologi.
Dalam konteks ini, sumber daya manusia tidak hanya dituntut untuk menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan sosial yang memadai. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan vokasi.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai institusi pendidikan vokasional memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. SMK Al-Muhtadin merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan tuntutan industri modern. Lulusan SMK Al-Muhtadin kerap menghadapi kendala berupa keterbatasan pengalaman praktis, lemahnya penguasaan teknologi digital, serta kurangnya soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim.
Kesenjangan tersebut, apabila tidak segera diatasi, berpotensi menghambat daya saing lulusan SMK Al-Muhtadin di pasar kerja yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, program upgrade sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak.
Upaya peningkatan kualitas SDM tidak hanya berfokus pada penguatan hard skill sesuai bidang keahlian, tetapi juga harus diimbangi dengan pengembangan soft skill dan literasi digital. Selain itu, sinergi antara sekolah, industri, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam mewujudkan lulusan SMK yang adaptif dan kompetitif.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesiapan siswa SMK Al-Muhtadin dalam menghadapi tantangan era industri 5.0. Tujuan utama kegiatan ini adalah menjembatani kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh di sekolah dengan kebutuhan nyata dunia kerja, sekaligus menumbuhkan mindset produktif, inovatif, dan visioner pada siswa.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur yang dipadukan dengan model partisipatif. Studi literatur dilakukan dengan mengkaji berbagai referensi ilmiah, kebijakan pendidikan vokasi, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pengembangan SDM dan kebutuhan industri. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui keterlibatan langsung guru, siswa, dan mitra industri dalam proses identifikasi masalah, pemetaan kebutuhan, perumusan strategi, hingga evaluasi kegiatan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa lulusan SMK Al-Muhtadin masih menghadapi kesenjangan kompetensi, terutama dalam penguasaan teknologi digital dan pengalaman praktik kerja. Program magang yang telah berjalan belum sepenuhnya memberikan pengalaman kerja yang optimal.
Padahal, pembelajaran berbasis pengalaman memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi profesional siswa. Selain itu, soft skill seperti komunikasi, kerja sama tim, problem solving, dan kepemimpinan masih menjadi kelemahan utama lulusan, meskipun keterampilan tersebut sangat dibutuhkan di dunia kerja modern.
Temuan lain menunjukkan bahwa kolaborasi antara SMK Al-Muhtadin dan dunia industri memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas lulusan. Program teaching factory, kelas industri, serta keterlibatan praktisi sebagai narasumber mampu memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja kepada siswa. Pemanfaatan teknologi digital melalui e-learning, simulasi kerja, dan peningkatan literasi digital juga terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi lingkungan kerja berbasis teknologi.
Pembahasan hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan kualitas SDM SMK Al-Muhtadin tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pembaruan kurikulum berbasis industri, penguatan program magang, sertifikasi kompetensi, serta pengembangan soft skill secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor antara sekolah, industri, dan pemerintah menjadi elemen penting dalam memastikan keberlanjutan program upgrade SDM.
Dengan pendekatan partisipatif, solusi yang dihasilkan lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan lapangan. Keterlibatan aktif siswa dan guru dalam setiap tahapan kegiatan mendorong terciptanya rasa memiliki terhadap program yang dijalankan. Hal ini sejalan dengan konsep pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya bersifat formalitas, tetapi menjadi proses transfer ilmu dan peningkatan kapasitas yang berorientasi jangka panjang.
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan upgrade SDM SMK Al-Muhtadin memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja di era industri 5.0. Kesenjangan kompetensi yang sebelumnya menjadi hambatan dapat diperkecil melalui penguatan hard skill, soft skill, serta pemanfaatan teknologi digital. Kolaborasi yang erat antara sekolah, industri, dan pemerintah terbukti mampu meningkatkan daya saing lulusan.
Peningkatan kualitas SDM SMK Al-Muhtadin bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkan investasi strategis bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan lulusan yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global, SMK Al-Muhtadin diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional di era industri 5.0.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada SMK Al-Muhtadin, Kota Depok, atas sambutan hangat dan kerja sama yang sangat baik selama pelaksanaan kegiatan ini. Apresiasi yang sebesar-besarnya juga diberikan kepada seluruh siswa siswi SMK Al-Muhtadin yang telah berpartisipasi aktif antusias, dan terbuka dalam mengikuti kegiatan.
Penghargaan khusus disampaikan kepada Universitas Pamulang, terutama Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Program Studi S1 Manajemen, yang telah memfasilitasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dukungan kelembagaan ini menjadi fondasi penting bagi terlaksananya program yang bersifat edukatif dan aplikatif bagi masyarakat.
Penulis:
Abdul Rasyid
Angel Lia Sasnita Siahaan
Muhammad Rafi Ilhami
Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang







