PERKEMBANGAN teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam aktivitas ekonomi, termasuk pada sektor UMKM yang kini dituntut untuk melakukan adaptasi melalui pemanfaatan platform digital sebagai media pemasaran dan penguatan daya saing.
Kondisi ini menempatkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai generasi yang berpotensi mendukung proses transformasi digital melalui penguasaan literasi bisnis online. Meskipun demikian, observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami konsep dasar bisnis digital, pemetaan peluang usaha, maupun penggunaan media digital untuk kegiatan wirausaha.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini diselenggarakan di SMK Tadika Pertiwi dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan awal siswa terkait bisnis online dan peran pemuda dalam mendukung transformasi digital UMKM.

Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan penyampaian materi interaktif, diskusi kelompok, praktik analisis potensi usaha, serta penyusunan rencana bisnis sederhana berbasis digital.
Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan konsep bisnis online, strategi pemasaran digital, penggunaan media sosial dan marketplace, serta pentingnya membangun citra usaha dalam ekosistem digital. Respon siswa terhadap kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan minat terhadap dunia kewirausahaan digital. Siswa yang sebelumnya belum memiliki wawasan tentang peluang usaha setelah lulus sekolah mulai mempertimbangkan alternatif usaha berbasis digital yang dapat dijalankan secara mandiri.
Diskusi kelompok juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengidentifikasi potensi lingkungan sekitar serta memetakan peluang pasar yang relevan. Selain itu, penyusunan rencana bisnis digital membantu siswa memahami keterkaitan antara produk, pasar, media promosi, dan strategi pengembangan usaha sebagai satu kesatuan sistem yang harus direncanakan secara matang.
Kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kesiapan siswa menghadapi dunia kerja melalui penguatan aspek literasi digital, komunikasi, dan kemampuan berpikir strategis. Temuan ini sejalan dengan pandangan Friantin dan Hayati (2023) yang menunjukkan bahwa pelatihan berbasis digital mampu meningkatkan minat usaha generasi muda melalui penguatan personal branding dan kompetensi digital.
Dengan demikian, kegiatan PKM tidak hanya memberikan pengetahuan teknis mengenai bisnis online, tetapi juga membentuk kesadaran mengenai peluang ekonomi digital yang dapat diakses oleh pemuda. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi siswa dalam memahami dinamika ekonomi digital dan transformasi UMKM. Kompetensi bisnis online menjadi keterampilan penting bagi siswa SMK dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja maupun peluang wirausaha di era digital.
Oleh karena itu, pelatihan serupa perlu terus dikembangkan agar siswa dapat berperan aktif sebagai agen muda dalam memperkuat ekosistem UMKM digital dan meningkatkan keberdayaan ekonomi masyarakat.
Penulis:
Juan Fabio Veron
Nabilah Khairunnisa
Widiya
Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Manajemen







