LEBAK – Banjir dan tanah longsor melanda 11 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, selama dua hari terakhir, yakni pada 11–12 Januari 2026. Bencana tersebut menyebabkan ratusan rumah terdampak dan satu warga meninggal dunia.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, hujan berintensitas tinggi memicu meluapnya sungai serta pergerakan tanah di sejumlah wilayah. Hingga Selasa, 13 Januari 2026 petugas masih melakukan pendataan dan penanganan darurat di lapangan.
Kecamatan Banjarsari menjadi wilayah terdampak banjir paling parah. Ketinggian air di beberapa desa, termasuk Desa Ciruji, sempat mencapai sekitar 60 sentimeter dan merendam permukiman warga.
“Kondisi ini menyebabkan sejumlah perkampungan terisolasi karena akses jalan tidak dapat dilalui,” ujar Febby dikutip dari beritasatu.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Cikulur, longsor merusak enam rumah warga. Sementara di Rangkasbitung, longsoran tanah menutup akses jalan penghubung antarwilayah.
Pergerakan tanah turut terpantau di Desa Cijoro Lebak dan Pasirtanjung, yang mengancam stabilitas jembatan serta sejumlah fasilitas sosial milik warga.
BPBD Lebak mencatat, bencana tersebut mengakibatkan 453 rumah terendam banjir, satu rumah rusak berat, serta sepuluh rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Selain itu, tiga jembatan dilaporkan rusak dan empat ruas jalan terputus akibat banjir dan longsor.
Korban jiwa tercatat satu orang warga yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Sungai Cimadur, Kecamatan Bayah. Hingga saat ini, tidak ada laporan warga hilang.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Banjarsari, Rangkasbitung, Cikulur, Cipanas, Muncang, Sobang, Cilograng, Panggarangan, serta sejumlah kecamatan lainnya.
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, pembersihan material longsor, serta pembukaan akses jalan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga diterjunkan untuk menangani kerusakan infrastruktur.
BPBD Lebak mengimbau warga di kawasan rawan longsor dan bantaran sungai tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.







