DI penghujung tahun dan menjelang akhir semester, banyak siswa-siswi calon mahasiswa baru (maba) merasa bingung menentukan langkah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kebingungan tersebut umumnya berkaitan dengan pemilihan kampus dan jurusan kuliah yang akan ditempuh. Sejumlah jurusan favorit seperti Kedokteran, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Manajemen, dan Akuntansi kerap menjadi pilihan utama.
Kebimbangan ini muncul karena adanya kekhawatiran terhadap prospek kerja di masa depan. Salah satu jurusan yang cukup diminati adalah Akuntansi. Namun, tidak sedikit yang beranggapan bahwa jurusan ini berpotensi kehilangan relevansi seiring berkembangnya teknologi, seperti software akuntansi dan kecerdasan buatan. Kondisi tersebut menimbulkan keraguan apakah lulusan akuntansi masih dibutuhkan di dunia kerja. Kekhawatiran ini tergolong wajar, mengingat digitalisasi telah mengubah banyak bidang pekerjaan secara signifikan.
Meski demikian, anggapan bahwa teknologi akan menghilangkan peran akuntan tidak sepenuhnya benar. Perkembangan teknologi justru mengubah peran akuntan, bukan menggantikannya. Saat ini, akuntan tidak lagi hanya bertugas mencatat transaksi keuangan secara manual, melainkan juga dituntut untuk mampu menganalisis data, menginterpretasikan laporan keuangan, serta memberikan rekomendasi strategis bagi perusahaan. Kemampuan berpikir kritis dan pemahaman bisnis inilah yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh teknologi.
Prospek kerja lulusan akuntansi pun tergolong luas dan beragam. Lulusan jurusan ini dapat berkarier di berbagai sektor, seperti akuntan publik, auditor, analis keuangan, konsultan pajak, hingga bekerja di instansi pemerintah. Selain itu, perkembangan teknologi juga membuka peluang kerja baru di bidang keuangan digital dan sistem informasi akuntansi. Di era digitalisasi, peluang kerja justru semakin berkembang, asalkan lulusan akuntansi mampu beradaptasi dan menguasai teknologi yang relevan.
Penguasaan teknologi, pemahaman terhadap sistem digital, serta kemauan untuk terus belajar menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Dengan bekal tersebut, lulusan akuntansi dapat meningkatkan daya saingnya. Oleh karena itu, memilih jurusan akuntansi tidak perlu dikhawatirkan selama diiringi dengan kesiapan untuk terus mengembangkan kompetensi. Di era digital, jurusan akuntansi tetap memiliki prospek kerja yang menjanjikan bagi mereka yang mau belajar, beradaptasi, dan meningkatkan keterampilan digital.







