MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian. PKM ini bukan hanya menjadi agenda rutin akademik, tetapi juga bertujuan menyebarkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan wawasan kepada masyarakat luas, terutama bagi generasi muda yang sedang mempersiapkan masa depan di era digital yang serba kompetitif.
Pada Selasa, 11 November 2025, kegiatan PKM diselenggarakan di SMA PGRI 22 Serpong, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini mengangkat tema “Penyuluhan Bersaing di Era Digital: Tips Manajemen Karier”, yang dikembangkan sebagai respons terhadap fenomena perubahan struktur pekerjaan di era digital. Tema tersebut sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini, mengingat banyak dari mereka yang masih bingung menentukan arah karier setelah lulus sekolah.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh pihak sekolah yang diwakili oleh Ibu Dini Pelita Sari, S.Pd. Sambutan tersebut menegaskan bahwa kegiatan PKM sangat membantu sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global, terutama dalam memahami peluang profesi baru yang muncul di dunia kerja digital.
Siswa yang hadir merupakan peserta dari kelas X, dengan jumlah kurang lebih 25 orang, dan mereka mengikuti kegiatan dengan antusias serta interaktif sejak awal hingga akhir acara, dimulai dengan pengenalan konsep self-assessment, yaitu kemampuan mengevaluasi diri berdasarkan minat, bakat, nilai hidup, dan potensi pribadi.

Mahasiswa pemateri menjelaskan bahwa pemahaman terhadap diri sendiri merupakan fondasi penting dalam merencanakan karier. Tanpa mengenali potensi diri, siswa akan kesulitan memilih bidang studi atau pekerjaan yang sesuai di masa depan.
Setelah itu, materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pemetaan karier digital. Para siswa belajar tentang berbagai bidang pekerjaan yang sedang berkembang pesat, seperti digital marketing, software development, desain grafis, analisis data, video editing, konten kreatif, dan lain-lain. Selain mengenalkan peluang baru, pemateri juga memberi gambaran tantangan dunia kerja digital agar peserta dapat mempersiapkan diri jauh lebih matang.
Selain teori, kegiatan juga menyajikan sesi tanya jawab dan diskusi langsung. Banyak siswa mengajukan pertanyaan yang menunjukkan belum matangnya pemahaman terkait karier. Contohnya, beberapa siswa bertanya apakah mereka perlu kuliah dulu sebelum bekerja, bagaimana cara mengetahui minat pribadi, hingga langkah apa yang harus diambil untuk mengembangkan keterampilan digital.
Sesi ini berlangsung hangat dan informatif, memberikan panduan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata.
Bagian paling menarik dari kegiatan ini adalah sesi simulasi wawancara kerja. Pada sesi ini, siswa diajak untuk mempraktikkan cara memperkenalkan diri secara profesional dan menjawab pertanyaan seputar tujuan karier. Pemateri memberikan arahan menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result), teknik yang sering digunakan dalam wawancara profesional untuk menyusun jawaban yang runtut dan meyakinkan.
Melalui simulasi ini, siswa yang awalnya terlihat gugup menjadi lebih percaya diri dan mampu berkomunikasi dengan lebih baik.
Selain itu, siswa juga memperoleh tips penting mengenai penyusunan portofolio digital dan personal branding. Mereka belajar bagaimana memanfaatkan media sosial dan platform profesional untuk memperkenalkan diri secara positif.
Pada zaman yang serba digital ini, citra profesional dan rekam jejak online menjadi bagian penting dalam pencarian karier. Oleh karena itu, penyuluhan ini tidak hanya membantu siswa dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi sosial dan emosional.
Salah satu manfaat besar dari kegiatan PKM ini adalah meningkatnya kesadaran siswa tentang pentingnya perencanaan karier sejak dini. Banyak siswa yang sebelumnya belum memiliki gambaran arah masa depan kini mulai mengidentifikasi minat serta tujuan karier mereka. Dengan pemahaman yang baik, mereka mampu merancang langkah-langkah jangka pendek dan jangka panjang dalam meraih karier impian.
Tidak hanya siswa yang merasa terbantu, para guru SMA PGRI 22 Serpong juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Mereka merasa kegiatan PKM memberikan kontribusi besar dalam mendukung program sekolah untuk mencetak lulusan yang kompetitif. Para guru berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, mengingat tuntutan dunia kerja yang semakin berkembang setiap tahun.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Universitas Pamulang melalui program PKM berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang bermanfaat dan relevan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, generasi muda Indonesia diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, kreatif, adaptif, serta memiliki daya saing tinggi di pasar kerja global.
Artikel ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi atas kegiatan PKM sekaligus sebagai informasi bagi masyarakat umum bahwa pengembangan karier tidak hanya dimulai setelah lulus sekolah, tetapi sejak siswa masih berada di bangku SMA. Dengan pengetahuan dan strategi yang tepat, para siswa dapat membangun masa depan yang lebih terarah, terencana, dan berdaya saing.
Penulis
Ola Maria Margareta Seo
Gading Ayu Pramesti
Andrea Eka Putri Slashnita
Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang







