JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penularan influenza A H3N2 subclade K atau superflu yang saat ini beredar di tengah masyarakat.
Kepala Dinkes Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Upaya tersebut antara lain mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker saat sakit, menerapkan etika batuk, serta menghindari menyentuh area wajah.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi nutrisi seimbang, minum air putih minimal dua liter per hari, beristirahat cukup, dan rutin berolahraga.
“Jika ada keluhan sakit yang berlanjut, waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, serta saturasi oksigen di bawah 92 persen. Segera periksa ke fasilitas kesehatan,” ujar Ani.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan subclade K influenza A H3N2 telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025. Temuan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di sejumlah fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data Dinkes Jakarta, kasus influenza A di ibu kota menunjukkan tren penurunan sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025. Tren penurunan serupa juga terjadi pada kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia.
“Berdasarkan data yang ada, kasus ISPA dan pneumonia secara umum terus menurun sejak puncak pada Oktober 2025,” kata Ani.
Secara nasional, data Dinkes mencatat penyakit mirip influenza sempat meningkat hingga 74 persen pada Agustus 2025 dan didominasi oleh influenza A.
Di Jakarta, tren peningkatan juga terjadi pada periode yang sama. Untuk kasus ISPA, tercatat sebanyak 1.966.308 kasus sejak Januari hingga Oktober 2025, dengan peningkatan mulai terlihat sejak Juli 2025.







