TANGERANG SELATAN – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mulai dibuka kembali setelah ditutup sejak awal Desember 2025. Namun demikian, akses kendaraan pengangkut sampah belum dapat dilalui sepenuhnya karena masih tertutup gunungan sampah.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, saat ini pemerintah kota memprioritaskan perbaikan akses jalan menuju area TPA, khususnya ke zona landfill 3 yang akan kembali dioperasikan.
“Karena sekarang ini yang sedang diselesaikan itu jalan masuknya,” ujar Benyamin usai bertemu Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Gedung Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Senin, 22 Desember 2025.
Ia memperkirakan, pembukaan akses jalan menuju landfill 3 dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan. Sementara itu, landfill 1 dan landfill 2 dipastikan sudah tidak dapat menampung sampah tambahan karena kapasitasnya telah penuh.
Untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga menjajaki kerja sama lintas daerah. Benyamin mengungkapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Wali Kota Serang Budi Rustandi terkait rencana pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kota Serang, Banten.
“Untuk pengangkutan di dalam kota, saya sudah membeli 27 truk baru. Sementara pengiriman ke Cilowong akan menggunakan transporter pihak ketiga,” katanya.
Menurut Benyamin, volume sampah harian di Kota Tangerang Selatan mencapai sekitar 1.000 ton per hari. Ia berharap, sekitar 400 hingga 500 ton sampah dapat dialihkan ke TPSA Cilowong guna mengurangi beban TPA Cipeucang dan mencegah kembali terjadinya kondisi darurat.
Di sisi lain, rencana pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah melalui sistem Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Cipeucang masih menunggu terbitnya Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Selain itu, pelaksanaannya juga bergantung pada kesiapan Danantara.







