TANGERANG SELATAN – Saat seseorang mengalami stres, tubuh memberi respons melalui berbagai perubahan fisik, termasuk pada area wajah. Perubahan tersebut dapat menjadi indikator seberapa berat tingkat stres yang dialami seseorang.
“Pelepasan mediator stres memiliki banyak efek. Mereka dapat meningkatkan peradangan dan rasa gatal, merusak penghalang kulit, serta menghambat proses penyembuhan,” jelas dokter kulit Dr. Hallie McDonald, seperti dikutip dari Huffpost.
Berikut beberapa perubahan pada wajah yang dapat menandakan tingkat stres seseorang:
1. Munculnya Jerawat
Jerawat adalah perubahan kulit yang paling umum muncul saat seseorang mengalami stres. Hormon stres, seperti kortisol, dapat meningkatkan produksi minyak berlebih pada kulit dan memicu peradangan.
“Hormon stres seperti kortisol meningkatkan produksi minyak dan peradangan, yang dapat memperburuk jerawat dan iritasi,” kata Hallie.
Semakin tinggi tingkat stres, semakin besar kemungkinan jerawat muncul atau kondisi jerawat yang sudah ada menjadi lebih parah.
2. Kantong dan Lingkaran Hitam di Bawah Mata
Kantong mata berwarna cokelat kehitaman dapat menjadi tanda stres yang cukup berat. Stres seringkali mengganggu kualitas tidur, sehingga lingkaran hitam di bawah mata semakin menonjol.
“Saya melihat stres sering tercermin di area bawah mata. Tanda ini mungkin terlihat halus, tetapi cukup jelas bahwa tubuh, termasuk kulit, merasakan efek stres,” tambah Hallie.
3. Tekstur Kulit Wajah Menjadi Lebih Kasar
Tekstur kulit yang berubah menjadi lebih kasar juga dapat mengindikasikan stres. Kulit yang berada dalam kondisi tertekan biasanya menjadi lebih sensitif dan reaktif terhadap produk perawatan atau perubahan lingkungan.
“Tekstur kulit yang lebih kasar dapat muncul karena kulit yang stres sering kali lebih reaktif terhadap produk dan kondisi lingkungan,” kata dokter kulit Dr. Lauren Moy.







