JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng., resmi menerima gelar kehormatan AFEO Honorary Fellow dari ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO).
Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada tokoh Asia Tenggara yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam memajukan dunia keinsinyuran dan pendidikan tinggi.
Penganugerahan gelar AFEO Honorary Fellow kepada Prof. Heri dilakukan dalam Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) yang digelar di Filipina, Kamis (30/10).
Prof. Heri menjadi salah satu dari sedikit tokoh Indonesia yang menerima penghargaan kehormatan ini, bergabung dalam jajaran elite insinyur dan akademisi yang telah memberikan dampak nyata di tingkat regional.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh civitas akademika Universitas Indonesia. Keberhasilan ini bukan hasil kerja individu, melainkan kolaborasi semua pihak di UI yang terus menjaga integritas, inovasi, dan keunggulan,” ujar Prof. Heri melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (31/11).
Ia menambahkan, pengakuan ini sekaligus menjadi tanggung jawab untuk memperkuat peran UI sebagai universitas riset unggulan yang berkontribusi pada pembangunan nasional dan regional. Capaian ini, jelasnya, menegaskan reputasi UI sebagai pusat keunggulan di bidang pendidikan teknik dan keinsinyuran.
Kepemimpinan Visioner Bawa UI ke Top 200 Dunia
Pencapaian ini menyoroti kepemimpinan visioner Prof. Heri yang telah membawa UI ke level pengakuan global. Di bawah kepemimpinannya, UI berhasil menembus peringkat 200 besar dunia versi QS World University Rankings 2025, sekaligus menduduki posisi tertinggi di Indonesia.
Langkah-langkah strategis yang dijalankan Prof. Heri meliputi reformasi tata kelola akademik, penguatan riset kolaboratif lintas fakultas, hingga percepatan publikasi ilmiah.
Peningkatan Publikasi: Dalam dua tahun terakhir, jumlah publikasi internasional UI melonjak signifikan.
Reputasi Global: Reputasi akademik kampus semakin disegani di tingkat global.
Pionir Riset Bioprocess Engineering
Selain dikenal sebagai akademisi dan rektor, Prof. Heri merupakan insinyur profesional dengan rekam jejak panjang di bidang bioprocess engineering.
Alumnus Tohoku University, Jepang, ini dikenal sebagai salah satu pionir riset pengembangan teknologi bahan bakar terbarukan serta bioproduk berbasis mikroba di Indonesia. Keterlibatannya dalam berbagai konsorsium riset ASEAN menjadikannya figur yang berpengaruh dalam kebijakan inovasi regional dan global.
“Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi, bekerja dengan hati, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Prof. Heri.







