TANGERANG SELATAN – Ribuan pecinta skutik Yamaha Mio berkumpul dalam perayaan Mio World Day (MWD) Vol.2 yang digelar pada Minggu, 12 Oktober 2025, di kompleks Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdik Lantas) Polri, Paku Jaya, Serpong, Tangerang Selatan. Acara yang mengangkat semangat komunitas pengguna Mio ini menampilkan beragam program mulai dari parade, pertemuan komunitas, hingga area games dan bazar.
Pusdik Lantas Serpong, yang beralamat di Jalan Bhayangkara Raya, dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kapasitas lahan dan akses yang memadai untuk menampung kegiatan berskala komunitas otomotif seperti MWD. Lokasi ini merupakan pusat pendidikan lalu lintas Polri yang selama ini sering menjadi titik kegiatan otomotif dan publik.

Penyelenggara menjelaskan bahwa konsep MWD Vol.2 dibuat lebih besar dan lebih “proper” dibandingkan gelaran pertama. Selain parade dan riding bersama, pengunjung dapat menikmati perjumpaan antar-komunitas Mio, area permainan, stan belanja aksesoris, hingga pameran produk pendukung komunitas. “Kalau volume pertama itu kan apa ya kita bisa bilang tuh trail dululah, tapi kalau untuk sekarang lebih proper lagi. Untuk konsepnya kita bikin lebih besar dari Vol.1, dan teman-teman enggak cuma menikmati acara tapi mereka bisa bertemu dengan beberapa komunitas Mio, games, belanja, dan masih banyak lagi yang kita tampilkan di Mio World Day Vol.2 ini,” ujar Koh Jimmy Anwar salah satu pendiri Mionizer Indonesia.
Dari sisi kompetisi dan kelas, Jimmy menyebutkan ada pembagian Kategori kontes di bagi menjadi 2, yaitu shijiro class dan show off class atau kelas umum, Shijiro class hanya untuk yg memakai produk dari shijiro seperti knalpot, arm, mounting dll. Untuk show off class atau kelas umum dari berbagai konsep seperti Indo style, thailand style, restorasi dan masih banyak konsep lainnya dari berbagai regulasi berbeda. Ungkap Jimmy.
Dalam wawancara tersebut, Jimmy juga menyampaikan strategi pengembangan acara ke depannya, fokus dalam mematangkan acara di wilayah ini terlebih dahulu sebelum berekspansi ke kota lain. Ia menuturkan kekhawatiran jika langsung memperluas lokasi tanpa persiapan yang matang.
“Kita juga sebenarnya pengen matengin di sini dulu lah ya, baru bisa keluar, beda medan lagi takutnya kita belum siap gitu loh. Jadi, Insyaallah masih dalam tahapan rencana jg untuk tahun depan kalau memang dapat dukungan dari teman teman di Bandung kita berangkat, kenapa enggak,” ujar Koh Jimmy.
Panitia acara melaporkan antusiasme tinggi dari anggota komunitas Mio dari seluruh Jabodetabek dan kota lainnya, sejumlah titik kumpul riding menuju Pusdik Lantas juga dipublikasikan melalui kanal sosial media komunitas sebelum acara dimulai. Keberadaan stan bazar aksesoris, spare part dan f&b serta aktivitas interaktif dinilai membuat MWD Vol.2 lebih dari sekadar kumpul-kumpul melainkan juga menjadi ruang memperkuat jaringan antar-pengguna Mio di seluruh Indonesia.
Menutup wawancara, Jimmy menyampaikan harapannya untuk gelaran berikutnya. Ia berharap MWD 2026 bisa tumbuh lebih besar dan tetap mempertahankan karakter “gila” serta kebebasan berekspresi dari komunitas. “Harapan ke depan Mio World Day (MWD) 2026 kalau bisa lebih besar lagi, lebih proper lagi, dengan ciri khas “crowd” dan kegilaan teman-teman semuanya. Saya pengen lebih luas lagi supaya MWD lebih bisa di nikmati oleh teman teman dari berbagai generasi,” tutup Jimmy.







