• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Salahnya Nasib

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
Juli 14, 2025
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
air india

Pesawat Air India yang nahas. Foto: AFP/Disway

91
SHARES
3.3k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

Harusnya saya tidak menulis ini: Anda sudah tahu semua. Tapi sebagai orang yang begitu sering naik pesawat Boeing 787, kecelakaan ini sungguh aneh: dua mesin mati mendadak. Bersamaan pula. Tidak masuk akal.

Akhirnya nasib kita memang di tangan pilot –nasib pilot di tangan Tuhan. Atau di tangan istrinya. Atau siapa pun. Saat naik 787 ke Amerika p/p bulan lalu nasib saya baik.
Kesimpulan tim penyelidik kecelakaan Air India 12 Juni lalu sudah mengerucut: kecelakaan itu akibat kesalahan pilot. Satu pilot. Pilot A. Pilot satunya sudah berusaha cek.

Telat. Pesawat sudah kehilangan daya dorong. Ia hanya bisa mengaktifkan RAT. Agar turbin cadangan yang sangat kecil itu berfungsi. Tidak berhasil. Tidak ada lagi waktu. Pesawat sudah jatuh menimpa tempat pendidikan dokter di dekat bandara Ahmadabad, ibu kota negara bagian Gujarat.

“Kenapa saluran bahan bakar dimatikan?” tanya pilot B kepada pilot A.

“Saya tidak melakukannya,” jawab pilot A.

Pembicaraan itu terekam di black box yang sudah mulai dibuka isinya. Belum berhasil dibuka semua tapi bukaan sebagian itu sudah menjadi inti masalah: saluran bahan bakar ke mesin dalam posisi off.

Padahal posisi off hanya terjadi saat pesawat sudah berhasil mendarat dan sudah mencapai terminal. Pilot yang meng-off- kan. Saat pesawat mau berangkat pilot harus mengubah saklar bahan bakar dari off ke run.

BACA JUGA :  DISWAY: ICCWA Tempayan

Untuk membuat saluran bahan bakar itu off atau run tidak otomatis. Dibuat manual. Pilot harus dengan sadar sesadar-sadarnya untuk mengubah saklar itu off atau run. Disebut sesadar-sadarnya karena tidak mungkin saklar itu berubah karena tersenggol. Harus ada dua gerakan dari tangan pilot untuk membuat off. Yakni menarik saklar itu ke arah badan pilot dan kemudian menekannya ke bawah. Begitulah penjelasan para pilot di banyak media di India.

Waktu pilot B melihat posisi saluran bahan bakar off pesawat baru satu menit lebih take off. Berarti baru dua menit dihitung dari pesawat bergerak meninggalkan start di landasan pacu. Masih begitu awal. Sudah di-off-kan.

Justru kalau off itu di posisi pesawat sudah terbang tinggi masih ada kemungkinan selamat. Dengan RAT, beberapa fungsi darurat masih bisa membantu. Lalu pesawat bisa melayang, meluncur ke bawah, mencari tempat pendaratan darurat. Seperti Garuda Indonesia dari Lombok yang mendarat di sungai Bengawan Solo –ketika dua mesinnya mati di udara. Seluruh penumpang selamat. Hanya satu pramugari tewas –karena buru-buru loncat keluar pesawat.

BACA JUGA :  DISWAY: Miskin Bermartabat

Maka beberapa hari ke depan sorotan akan fokus ke pilot A Air India itu. Mengapa ia mematikan saluran bahan bakar. Mengapa di saat pesawat baru satu menit take off.

Mengapa? Mengapa?

Bunuh diri? Baru bertengkar dengan istri? Terlibat pinjol? Atau terancam jadi tersangka?
Kalau motifnya ternyata bunuh diri maka ini kejadian keenam. Yang keempat di Indonesia. Pesawatnya terbang dari Palembang. Silk Air. Menuju Singapura. Tiba-tiba pesawat menukik di muara sungai Musi. Tahun 1997. Sebanyak 104 orang tewas terkubur di muara Musi.

Yang kedua, Anda masih ingat: Egypt Air. Jurusan Kairo-New York. Pesawatnya dimasukkan ke samudera Atlantik. Selebihnya Anda sudah akan tahu sendiri.

Kali ini Air India jurusan Ahmadabad–London.

Pesawat itu hanya berisi 241 penumpang dan awak. Berarti tidak penuh. Tidak mungkin kelebihan beban. Beda dengan jatuhnya pesawat Mandala di Medan. Mirip. Sama-sama baru saja take off. Beda. Kecelakaan Mandala bukan karena pilot bunuh diri. Mandala teledor.

Khususnya pegawai daratnya. Kelebihan beban. Terlalu banyak memuat durian Ucok untuk konsumen di Jakarta.

Kalau pun bunuh diri, pilot India ini pasti bukan karena bertengkar dengan istri. Sumeet Sabharwal, pilot A, tidak punya istri. Ia tidak pernah menikah.

BACA JUGA :  Jajan Bubur di Pasar Salatiga Jawa Tengah, Anies Dicurhati Harga Daging Ayam Mahal

Sumeet Sabharwal berusia 60 tahun. Lahir dan tinggal di Mumbai. Senior sekali. Paling senior. Bahkan sebenarnya sudah waktunya pensiun. Tidak mungkin salah dalam saluran bahan bakar yang off.

Pengalaman terbangnya sudah 8.200 jam. Ia keluarga penerbangan. Ayahnya, kini 90, adalah pejabat tinggi di otoritas penerbangan India. Ia punya dua sepupu: anak kakak perempuan satu-satunya. Dua-duanya juga pilot.

Menurut sang ayah ia akan pensiun dua-tiga bulan lagi. “Setelah pensiun ia akan lebih banyak di rumah bersama saya, ayahnya,” ujar sang ayah pada media di India.

Menurut sang ayah, pilot Sumeet Sabharwal orang yang disiplin. Ketika terbang jauh pun selalu telepon tetangga: agar memperhatikan ayahnya yang sudah tua.

Rasanya Sumeet Sabharwal tidak punya problem berat. Bahkan begitu sayang ayah. Jadi tetap tanda tanya besar mengapa saluran bahan bakar itu berubah ke posisi off.

Nasib memang di tangan siapa saja. Para calon dokter yang tidak bersalah apa-apa itu tewas kejatuhan pesawat. Pilot B tewas padahal sudah berusaha menghindarkannya. Nasib penumpang Mandala di tangan durian.

Bersandar pada nasib adalah salah satu pilihan untuk move on dengan cepat. (*)

Tags: air indiadahlan iskandiswaykecelakaan pesawat
Previous Post

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, BRI Berdayakan 41 Ribu Klaster Usaha melalui Pembiayaan dan Literasi Keuangan

Next Post

Lumat PSG 3-0, Chelsea Juara Piala Dunia Antarklub 2025

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
chelsea

Lumat PSG 3-0, Chelsea Juara Piala Dunia Antarklub 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com