• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Liburan Wu-Yi

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
Mei 1, 2025
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
disway liburan wu-yi
78
SHARES
3.4k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

 

“Matahari terbit bukan dari timur, tapi dari Rizhao”.

Ke Rizhao itu saya akan pergi. Saya harus membuktikan kebenaran klaim itu.

Tidak mudah. Ada wu yi. Artinya: lima satu. Maksudnya: bulan lima, tanggal satu. Hari buruh. Itu hari penting di negara komunis seperti Tiongkok. Dirayakan dengan libur satu minggu.

Sulit sekali cari tiket apa pun. Pesawat penuh. Bus penuh. Kereta penuh. Sewa mobil? Rp 15 juta. Harus 7 jam di perjalanan.

Meski sudah sering ke Tiongkok saya lupa bahwa ini menjelang libur panjang. Semua orang sibuk menyiapkan pulang kampung.

Rencana saya ke Rumah Sakit di Tianjin juga harus dimundurkan setelah liburan. Jangan sampai pemeriksaan kesehatan terhambat pelayanan. Berarti saya harus mikir ”buang waktu” ke mana.

Ke Rizhao (日照) adalah salah satu pilihan. Sambil menengok sahabat Indonesia yang lagi sekolah subspesialis di sana. Ia ahli jantung. Ingin jadi spesialis konsultan jantung. Ia satu tahun belajar di rumah sakit di Rizhao. Namanya: Jagaddhito.

Ia angkatan pertama dokter spesialis yang dikirim menjadi konsultan ke Tiongkok. Satu angkatan 17 orang. Waini sudah terlaksanakan tiga angkatan.

Saya akhirnya telepon ke dokter Jagaddhito: belum tentu jadi ke Rizhao. Mencari tiket sungguh-sungguh sulit.

BACA JUGA :  DISWAY: Variasi Unggulan

Kasihan teman saya yang di Tiongkok: Jannet. Dia terbebani harus dapat tiket –dengan cara apa pun.

Sambil menunggu tiket cadangan itu, saya ikut Effendi Hansen ke vihara terbesar di Shanghai: Long Hua. Masih pukul 07.00. Udara akhir April sedang sejuk-sejuknya. Paru-paru serasa mengisap oksigen satu karung. Tiap satu jam Jannet memberi info: belum dapat tiket.


—

Hansen adalah ketua tai chi Indonesia. Ia juga duta budaya Borobudur. Masih pula jadi salah satu ketua marga Huang di Indonesia.

Hansen rajin ke Vihara. Di negara mana pun. Hari itu Hansen ajak saya sembahyang di Long Hua.

Saya sudah begitu sering ke masjid di Tiongkok. Juga pernah ke gereja di Beijing dan Fuqing. Tapi saya belum pernah ke vihara. Kalau pun pernah, itu sebagai wisatawan.

Kali ini saya ke vihara di Tiongkok sebagai pendamping jemaah yang sembahyang. Tentu saya sudah tahu bagaimana orang Buddha sembahyang. Saya sering ke vihara di Jakarta, Surabaya, Samarinda, Semarang, Palembang, dan Medan.

Di Shanghai ini, dari jauh pun pagoda vihara itu sudah terlihat. Tinggi. Indah. Kuno. Setelah dekat terlihatlah begitu banyak orang keluar masuk pintu gerbangnya.

Saking banyaknya sampai-sampai saya salah sangka.

BACA JUGA :  DISWAY: Maulana Kabbani

“Apakah di dalam sana ada stasiun kereta bawah tanahnya?” tanya saya ke Hansen.

“Tidak ada,” jawab Hansen. Pengusaha ekspor-impor ini lahir di Keban Jahe, Karo, Sumut. Ia tamat SMAN di Keban Jahe. Lalu kuliah akutansi di Universitas Taruma Negara Jakarta. Hansen dari suku Tiuchu. Hampir 100 persen Tionghoa di Kabanjahe dari suku Tiuchu –yang juga disebut Chaozhou.

Tidak ada stasiun kereta di dalam kompleks vihara Long Hua. Tapi banyaknya orang yang keluar masuk seperti ada stasiun di dalamnya.

Berarti vihara Long Hua ini sangat terkenal. Saya heran: di negara komunis masih ada orang sembahyang begitu banyaknya. Berbondong. Mengalir deras. Yang masuk. Yang keluar. Tiada henti.

Aliran orang masuk gerbang itu mengarah ke deretan kios pembelian yosua. Satu bungkus tiga batang.

Dengan yosua di telapak tangan di dada, mereka menuju halaman pagoda. Mereka melakukan ”tawaf”: berjalan mengelilingi pagoda tua setinggi 40 meter itu. Tiga putaran.

Di putaran pertama mereka berhenti di setiap arah mata angin. Lalu menghadap ke pagoda. Menundukkan badan tiga kali. Lalu jalan lagi.

Di putaran kedua dan ketiga mereka hanya berhenti satu kali. Untuk membungkukkan badan. Yakni di bagian timur pagoda. Di arah matahari terbit.

BACA JUGA :  Nipu FIFGROUP dengan Modus Pinjam Nama, Warga Malang Dipenjara 1,8 Tahun

Salah satu perbedaan dengan tawaf di Kakbah adalah arah putarnya: kebalikan arah jarum jam. Lalu jumlah putarannya: di Kakbah tujuh kali putaran. Di Long Hua tiga kali.

Di Hindu juga ada ritual ”tawaf” seperti itu. Yakni di kota suci Varanasi, di pinggir sungai Gangga, di pedalaman India. Yang dikelilingi adalah pura. Sembilan putaran. Arah berputarnya sama dengan yang di Long Hua. Jumlah putarannya sembilan kali. Saya pernah ikut berputar di pura Hindu di Varanasi itu.


—

Di Shanghai, setelah ”tawaf” itu mereka masuk ke gerbang besar. Gerbang dengan desain  khas kelenteng. Yosua masih di dada. Mereka menuju kuil-kuil di dalam gerbang itu. Banyak sekali kuilnya. Vihara ini luas sekali: dua hektare.

Mereka mencari kuil masing-masing, yang di dalamnya ada altar dewa tertentu. Mereka mencari dewa masing-masing, sesuai dengan tujuan sembahyangnya hari itu. Ada dewa keselamatan, kesehatan, kerukunan keluarga, banyak rezeki dan seterusnya.

Di situlah yoshua yang dibawa ”tawaf” mengelilingi pagoda itu dibakar. Ribuan orang bergantian membakar yoshua. Di banyak tempat. Sambil mereka terus mengucapkan doa.

Doa saya satu: agar Jannet dapat tiket kereta ke Rizhao.(*)

Tags: Chinadahlan iskandiswayhinduIndialong huarizhaoshanghaiwu-yi
Previous Post

BANG OCONG: Gara-Gara MBG

Next Post

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Didominasi Cerah

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Didominasi Cerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com