TANGSELXPRESS – Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia 6 tahun, yang dinyatakan hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025, hingga kini sudah 47 hari belum juga ditemukan. Pihak keluarga masih terus berusaha mencari keberadaannya.
Kakek Alvaro, Tugimin, menuturkan bahwa cucunya terakhir kali terlihat di Masjid Jami Al Muflihun, kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat itu, Alvaro berpamitan untuk salat dan berbuka puasa di masjid tersebut.
“Sebelum ke masjid, dia sempat minta susu sekitar jam 2 siang. Saya bilang, ‘Dek, kan puasa’. Lalu dia jawab, ‘Kalau anak kecil, puasanya setengah hari boleh’,” cerita Tugimin, di kediamannya pada Selasa, 22 April 2025. Dikutip dari RRI.
Setelah itu, Alvaro segera mandi, berganti pakaian, dan bersiap pergi ke masjid. Tugimin mengatakan Alvaro sempat membawa celana panjang, namun tidak dipakai saat itu.
Menurut cerita sang kakek, sebelum waktu berbuka puasa, seorang orang tak dikenal (OTK) datang ke masjid dan bertemu dengan marbot (penjaga masjid). OTK tersebut mengaku sebagai ayah Alvaro dan menanyakan keberadaan bocah 6 tahun itu.
“Kata marbot, orang itu bilang ‘Saya cari anak saya, Alvaro. Katanya suka salat di masjid sini.’ Lalu marbot menjawab, ‘Itu ada anaknya di atas’,” kata Tugimin menirukan percakapan antara marbot dan OTK tersebut.
Setelah percakapan itu, orang tak dikenal tersebut pergi meninggalkan masjid. Namun, Alvaro tidak kunjung pulang ke rumah setelah waktu Magrib, padahal biasanya ia selalu kembali usai salat dan berbuka di masjid.
Awalnya, keluarga tidak merasa curiga. Mereka mengira Alvaro sedang bermain bersama teman-temannya seperti biasa. Namun, hingga malam hari, keberadaannya tidak diketahui.
“Saya baru sadar dan mulai mencari sekitar pukul setengah 10 malam. Kami cari ke sekitar rumah, tetangga, dan RT lain, tapi tidak ada yang tahu keberadaannya,” jelas Tugimin.
Keluarga kemudian melaporkan kehilangan Alvaro ke pihak kepolisian. Namun hingga kini, belum ada perkembangan berarti dalam pencarian tersebut.
Tugimin berharap aparat penegak hukum maupun pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dapat membantu mengungkap dan menemukan cucunya.
“Saya mohon kepada pihak kepolisian, juga kepada pimpinan tertinggi, tolong bantu kami menemukan cucu saya,” ujar Tugimin penuh harap.







