• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 17 Juni, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Menteri Kebudayaan Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian PPPA

Tegaskan Komitmen Membangun Pemahaman Budaya yang Lebih Adil Dan Inklusif

Aenna Rahman by Aenna Rahman
April 21, 2025
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 3min read
Menteri Kebudayaan Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian PPPA

Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan

398
SHARES
3.9k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menandatangani Nota Kesepahaman bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) tentang Penguatan Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak dalam Kebudayaan. Penandatanganan dilakukan di Aula R.A. Kartini, Kantor Kementerian PPPA.

Nota Kesepahaman antara dua kementerian ini mencakup: Sinergi kebijakan dan implementasi program kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak dalam kebudayaan; Penyusunan dan penyebarluasan bahan komunikasi, informasi, dan edukasi terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam kebudayaan; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di bidang kebudayaan; Penyelenggaraan edukasi, kampanye publik, dan/atau festival kebudayaan terkait kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak melalui berbagai medium seni dan warisan budaya; dan Penyediaan, pemanfaatan, dan pertukaran data dan/atau informasi.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengapresiasi dan mendukung adanya kolaborasi yang terjalin antara Kementerian Kebudayaan dengan Kementerian PPPA. Dalam sambutannya, Menteri Fadli menyebutkan bahwa kebudayaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk nilai-nilai masyarakat termasuk kesetaraan gender dan perlindungan anak. “Hal ini dilatarbelakangi adanya kondisi semakin kompleksnya dinamika sosial di era globalisasi digital yang berpengaruh pada sikap pola pikir dan ekspresi berbagai aspek kehidupan. Melalui pendekatan budaya, kita dapat menanamkan pemahaman yang lebih baik tentang hak-hak perempuan dan anak sejak dini,” ucapnya.

BACA JUGA :  Hari Komedi Pertama Resmi Dirayakan, Komedi Ditetapkan sebagai Bagian Budaya Indonesia

Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan narasi bagi perempuan, anak-anak, dan komunitas yang selama ini termarjinalkan dalam lanskap kebudayaan nasional. Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman budaya yang lebih adil dan inklusif.

“Kami berkomitmen memberi ruang bagi narasi-narasi perempuan, pengalaman anak-anak, dan cara-cara hidup yang selama ini dianggap pinggiran. Ini bukan soal politisasi budaya, tapi soal keadilan epistemik, cara yang adil dalam memahami dan merepresentasikan budaya,” tambahnya.

“Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Kementerian Kebudayaan mendukung berbagai riset dan dokumentasi  kultural.  Di  Minangkabau,  riset  dan  pementasan  tentang Bundo Kanduang digalakkan, bukan hanya sebagai simbol, tapi sebagai aktor sosial-politik. Sementara di Papua, Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan mama-mama adat untuk mendokumentasikan praktik ritual yang sarat nilai pendidikan, lingkungan, dan relasi antar generasi,” jelas Menbud.

Kementerian Kebudayaan juga mengambil sikap tegas untuk menolak segala bentuk kekerasan yang dibungkus dalam nama tradisi. “Budaya bukan zona impunitas,” tegasnya. Untuk itu,

BACA JUGA :  Bongkar Kasus Pornografi Anak, KemenPPPA Apresiasi Polri

kolaborasi dilakukan bersama komunitas lokal, organisasi perempuan, dan anak muda dalam meninjau ulang praktik budaya yang menyakiti, bukan merawat.

Tak hanya berhenti di aspek naratif, Kementerian Kebudayaan juga membangun infrastruktur budaya yang ramah anak dan perempuan, terutama di daerah tertinggal. Dana afirmatif dialokasikan bagi perempuan seniman dan pelaku budaya yang bekerja di komunitas marginal. Sekolah adat yang dikelola perempuan juga mendapat dukungan sebagai ruang pendidikan alternatif yang menyentuh akal, tubuh, tanah, dan relasi sosial. “Ini bukan kerja satu dua hari. Ini kerja jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” lanjutnya.

Selain dengan Kementerian Kebudayaan, Kementerian PPPA turut melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan 10 kementerian/lembaga lainnya, yaitu Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Kementerian Sosial; Kementerian Ketenagakerjaan; Kementerian Kelautan dan Perikanan; Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah; Kementerian Pariwisata; Badan Pusat Statistik; dan Badan Amil Zakat Nasional, yang dihadiri oleh para menteri dan kepala lembaga negara beserta jajaran, di Kantor Kementerian PPPA.

BACA JUGA :  Terungkap, Mayat Dalam Sarung Ternyata Dibunuh Oleh Keponakannya Sendiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi menyebutkan bahwa nota kesepahaman kerja sama yang dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Kartini ini bukan hanya untuk mempertegas semangat kebersamaan sinergi dan kolaborasi, namun mempertegas komitmen kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat perempuan Indonesia dan pemenuhan hak anak serta perlindungan anak Indonesia. “Kami menyadari bahwa persoalan perempuan permasalahan perempuan dan anak ini sangat kompleks dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saja, tetapi kami butuh kolaborasi sinergi untuk saling mendukung untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat kita,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Menteri Fadli Zon menegaskan kembali komitmennya bahwa budaya hari ini bertumpu pada keadilan narasi, keberpihakan etis, dan keberanian untuk mengubah kebiasaan yang tak lagi memanusiakan. “Mengutip Sapardi Djoko Damono ‘Perempuan menyimpan langit di matanya dan anak-anak menuliskannya kembali dalam hujan.” Tugas bersama adalah menjaga agar langit itu tak dirampas kemajuan, dan hujan itu tidak disia-siakan sistem yang lupa bahwa yang kecil pun bisa menjadi benih perubahan,” tutupnya.

Tags: Fadli ZonKementerian PPPAMenteri Kebudayaan
Previous Post

Bareskrim Masih Dalami Laporan Ridwan Kamil Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik di Media Sosial

Next Post

Hari Kartini, Walkot Benyamin Davnie: Perempuan Pondasi Utama Bentuk Generasi Penerus

Related Posts

Pulau Peucang: Surga Tersembunyi di Ujung Kulon yang Bikin Wisatawan Ingin Kembali
WISATA

Pulau Peucang: Surga Tersembunyi di Ujung Kulon yang Bikin Wisatawan Ingin Kembali

Juni 17, 2026
2.8k
Viral di Piala Dunia 2026, Bebek Bernama Merlin Jadi Suporter Nomor Satu Meksiko
NEWS

Viral di Piala Dunia 2026, Bebek Bernama Merlin Jadi Suporter Nomor Satu Meksiko

Juni 17, 2026
2.4k
Mitos atau Fakta, Telur Omega-3 Tidak Boleh Didadar? Ini Penjelasannya
KESEHATAN

Mitos atau Fakta, Telur Omega-3 Tidak Boleh Didadar? Ini Penjelasannya

Juni 17, 2026
2.2k
Mbappe Pecahkan Rekor, Prancis Tundukkan Senegal 3-1 di Piala Dunia 2026
OLAHRAGA

Mbappe Pecahkan Rekor, Prancis Tundukkan Senegal 3-1 di Piala Dunia 2026

Juni 17, 2026
2.8k
Prakiraan Cuaca Tangsel 31 Mei 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Hampir Seluruh Wilayah
TANGERANG SELATAN

Prakiraan Cuaca Tangsel 17 Juni 2026: Serpong, Pamulang, dan Setu Diguyur Hujan Ringan

Juni 17, 2026
2.6k
Benyamin Ajak Warga Tangsel Dukung Sensus Ekonomi 2026, Berikan Data yang Akurat
TANGERANG SELATAN

Benyamin Ajak Warga Tangsel Dukung Sensus Ekonomi 2026, Berikan Data yang Akurat

Juni 16, 2026
2.8k
Next Post
Hari Kartini, Walkot Benyamin Davnie: Perempuan Pondasi Utama Bentuk Generasi Penerus

Hari Kartini, Walkot Benyamin Davnie: Perempuan Pondasi Utama Bentuk Generasi Penerus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com