TANGSELXPRESS – Kondisi kesehatan artis senior Titiek Puspa menuai sorotan usai ia dilarikan ke rumah sakit karena pingsan saat mengisi sebuah program televisi pada Rabu, 26 Maret 2025.
Belakangan diketahui, artis yang kerap dipanggil Eyang Titiek ini mengalami pecah pembuluh darah yang membuatnya harus menjalani operasi.
Terkait masalah kesehatan pecahnya pembuluh darah bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Dampak yang terjadi pada tubuh bergantung pada bagian tubuh mana yang terkena dengan tingkat keparahan, mulai dari ringan hingga mengancam jiwa.
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang bisa mengalami pecah pembuluh darah seperti yang dialami Titiek Puspa, yaitu sebagai berikut, dikutip dari Mayo Clinic.
- Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah. Hal ini karena peningkatkan tekanan darah membuat pembuluh darah menjadi kurang elastis dan lebih rentan pecah.
- Cidera benturan
Pembuluh darah pecah juga dapat disebabkan oleh faktor eksternal atau dari luar tubuh, seperti cidera akibat benturan dengan benda tumpul ataupun benda tajam. Beberapa contohnya seperti terbentur tembok, jatuh, kecelakaan, hingga luka tusuk.
- Plak pada pembuluh darah
Plak yang terbentuk dan menumpuk akibat tingginya kadar lemak atau kolesterol dalam tubuh, dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi keras dan menyempit. Kondisi ini bisa berisiko menyebabkan tekanan dalam pembuluh darah meningkat dan akhirnya menjadi pecah.
- Kelainan genetik
Salah satu kelainan genetik juga dapat menyebabkan pembuluh darah pecah, yakni aneurisma. Aneurisma merupakan kondisi terjadinya pembengkakan abnormal pada dinding pembuluh darah, yang membuatnya lebih mudah pecah.
- Gaya hidup tak sehat
Gaya hidup tak sehat juga dapat memicu terjadinya pecah pembuluh darah. Beberapa gaya hidup yang dapat memicunya adalah merokok, minum alkohol berlebihan, konsumsi makanan berlemak dan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, hingga penggunaan obat terlarang.
Gejala pecahnya pembuluh darah yang harus diwaspadai diantaranya adalah pendarahan, nyeri mendadak, kelemahan atau kebas pada satu sisi tubuh, gangguan penglihatan, gangguan bicara, sakit kepala tiba-tiba serta parah, pingsan, hingga ruam atau memar.
Pecahnya pembuluh darah juga bisa memicu komplikasi serius seperti stroke. Jika pembuluh darah pecah di otak, maka bisa menyebabkan gagal jantung bahkan kematian bila tidak mendapatkan penanganan medis dengan cepat dan tepat.
Sementara itu, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadi pecah pembuluh darah.
Mulai dari mengontrol tekanan darah, menjaga berat badan, olahraga teratur, konsumsi makanan sehat, tidak merokok, hingga mengelola stres dan waktu istirahat tubuh.







