TANGSELXPRESS – Satu dari lima korban kecelakaan maut di gerbang Tol Ciawi 2, Bogor, Jawa Barat mengalami penurunan kondisi. Sementara itu empat korban lainnya terus mengalami perbaikan meski belum sembuh total.
Hal ini disampaikan Direktur RSUD Ciawi dr Fusia Meidiawaty. Pasien atas nama Wahyudin (61) sudah mengalami perbaikan kondisi, bahkan satu hari kemarin korban tanpa bantuan oksigen.
Namun, dalam perkembangannya Wahyudin mengalami penurunan kondisi di mana korban mengeluh sesak napas.
“Kelimanya kondisinya masih stabil, tetapi salah satu dari kelima korban atas nama Bapak Wahyudin kondisi tubuhnya mengalami penurunan. Saat ini, sedang dipantau dan dilayani secara intensif oleh dokter subspesialis bedah saraf dan dokter spesialis bedah umum,” ungkap dr Fusia dikutip dari Beritasatu.com, Jumat (7/2).
Wahyudin mengalami luka di bagian kepala dan luka retak di bagian tulang dadanya. Hal ini yang membuatnya sering sesak napas.
“Selain cedera kepala, Bapak Wahyudi juga mengalami retak di tulang dada. Kondisi ini menyebabkan pasien sedikit sesak, tetapi sudah kami tangani dan saat ini sudah dipantau secara ketat oleh dokter,” lanjutnya.
Sementara itu, sopir truk Bendi Wijaya yang menjadi penyebab kecelakaan maut gerbang Tol Ciawi belum mengalami perkembangan yang berarti. Hal ini membuat kepolisian belum melakukan pemeriksaan terhadap Bendi Wijaya.
“Untuk sopir truk sampai saat ini masih belum dapat diajak berkomunikasi secara intens,” lanjutnya.
Menurut Fusia, Bendi Wijaya mengalami cedera serius di bagian kepala sehingga harus mendapatkan perawatan ekstra.
“Sopir truk mengalami cedera di bagian kepala, jadi yang bersangkutan walaupun sudah diberikan obat tetapi masih merasakan rasa sakit serius dan ini terus kita berikan penanganan,” lanjutnya.
Sementara untuk korban balita Ryuji Adriana hari ini mengalami perbaikan yang menggembirakan.
“Adek Ryujia secara umum walaupun kondisinya sudah membaik, tetapi kami lakukan pemantauan secara intens terkait dengan cedera di kepalanya,” ungkapnya.