TANGSELXPRESS – Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) geger. Pasalnya, seorang anggota TNI berwajah tampan bernama Pratu Andi Tambaru (24) ditemukan tewas tergantung di bawah pohon. Kuat dugaan, anggota TNI yang bertugas di Komando Distrik Militer (Kodim) 1627 Rote Ndao itu bunuh diri karena alasan asmara.
Pratu Andi Tambaru ditemukan gantung diri di pohon asam yang ada di di wilayah Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, NTT.
Korban ditemukan tewas tergantung di pohon asam di wilayah Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, NTT.
Lokasi ditemukannya jenazah Andi tak jauh dari Bandar Udara (Bandara) DC Saudale Rote Ndao. Korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Velsi Boik.
Saat itu, Velsi yang merupakan petugas Bandara DC Saudale Rote Ndao, akan melaksanakan piket. Velsi lalu melaporkan kejadian itu ke anggota Kodim 1627/Rote Ndao.
Komandan Resor Militer (Danrem) 161 Wira Sakti Kupang, Brigadir Jenderal TNI Joao Xavier Barreto Nunes kepada wartawan mengatakan, setelah menerima laporan, aparat TNI dari Komando Resor Militer (Korem) 161 Wira Sakti Kupang bersama polisi langsung menyelidiki kasus ini.
Hasilnya, motif anggota TNI gantung diri ini diduga dipicu masalah asmara. Diperoleh informasi, Andi Tambaru sempat menjalin hubungan asmara dengan seorang wanita bernama Manja Mooy. Lalu, Pratu Andi Tambaru berniat menikahi wanita tersebut.
Hanya saja, pihak keluarga meminta Pratu Andi Tambaru menyediakan belis atau uang mahar sebesar Rp 250 juta.
“Sehingga Pratu Andi Tambaru merasa terbebani dengan mahar tersebut, dan memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri,” kata Joao Xavier Barreto Nunes.
Menurutnya, hasil pemeriksaan petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baa Rote Ndao tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Jadi Pratu Andi Tambaru diduga murni melakukan tindakan bunuh diri dengan cara gantung diri,” ucap Joao.







