AKUNTANSI keperilakuan adalah bidang akuntansi yang mempelajari pengaruh perilaku manusia dan faktor sosial terhadap desain dan implementasi sistem akuntansi. Fokusnya adalah pada pemahaman bagaimana individu dan kelompok bereaksi terhadap informasi akuntansi dan kebijakan yang diterapkan oleh organisasi.
Menurut Schiff dan Lewin (2017) Akuntansi Keperilakuan yaitu suatu ilmu akuntansi yang merupakan kombinasi dengan ilmu sosial. Akuntansi keperilakuan adalah ilmu yang menjelaskan tentang efek dari perilaku manusia sehingga dapat mempengaruhi data-data akuntansi dan juga pengambilan keputusan usaha/bisnis.
Juga sebaliknya bagaimana akuntansi dapat mempengaruhi perilaku manusia dan juga pengambilan keputusan bisnis. (Tutu et al., 2023)Perspektif psikologis dan psikologi sosial memberikan wawasan penting dalam memahami kompleksitas ini, karena mereka berhubungan langsung dengan motivasi, sikap, dan persepsi individu dalam konteks organisasi.
Peran Psikologi dalam Akuntansi Perilaku
Psikologi berfokus pada perilaku individu, termasuk sikap, motivasi, kognisi, dan pembelajaran. Dalam akuntansi, aspek-aspek ini mempengaruhi bagaimana individu memahami dan merespons sistem informasi akuntansi.
- Sikap:
Sikap seseorang terhadap suatu sistem akuntansi mempengaruhi penerimaan dan efektivitas sistem tersebut. Misalnya, sikap positif terhadap teknologi akuntansi dapat meningkatkan kepatuhan, sedangkan sikap negatif dapat menimbulkan penolakan. Sikap ini dibentuk oleh keyakinan dan perasaan yang timbul dari pengalaman masa lalu.
- Motivasi:
Motivasi merupakan kekuatan pendorong yang mendorong individu untuk bekerja sesuai dengan tujuan organisasi. Teori motivasi seperti hierarki kebutuhan Maslow menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk aktualisasi diri, serta meningkatkan kinerja. Dalam konteks akuntansi, kebijakan insentif atau kompensasi dapat memotivasi karyawan untuk memenuhi anggaran dan meningkatkan kinerja.
- Persepsi:
Persepsi mempengaruhi cara individu mengevaluasi prinsip akuntansi. Jika karyawan menganggap sistem akuntansi tidak adil atau terlalu kaku, mereka mungkin menolak sistem tersebut. Teori atribusi juga berperan dalam evaluasi kinerja karyawan, mengevaluasi perilaku individu berdasarkan faktor internal dan eksternal.
Peran Psikologi Sosial dalam Akuntansi Keperilakuan
Psikologi sosial mempelajari bagaimana interaksi antara individu dan dinamika kelompok mempengaruhi perilaku dalam organisasi. Beberapa aspek penting terkait akuntansi perilaku adalah:
- Budaya Organisasi :
Nilai-nilai yang dianut suatu organisasi membentuk sikap pegawai terhadap sistem akuntansi. Budaya yang mendukung transparansi dan komunikasi terbuka cenderung meningkatkan penerimaan terhadap kebijakan anggaran yang ketat.
- Dinamika kelompok :
Kelompok kerja yang solid dapat membantu atau menghambat penerapan suatu sistem akuntansi. Dinamika seperti konflik dan kerjasama mempengaruhi efektivitas penerapan sistem pengendalian internal.
- Kekuasaan dan Birokrasi:
Hierarki organisasi mempengaruhi persepsi karyawan terhadap sistem akuntansi. Birokrasi yang berlebihan dapat membuat karyawan stres, tetapi manajemen yang fleksibel meningkatkan efisiensi.
- Komunikasi:
Komunikasi yang efektif antara manajemen dan karyawan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tujuan anggaran dan kebijakan akuntansi.
Pentingnya Mengintegrasikan Psikologi dan Psikologi Sosial
Mengintegrasikan psikologi dan psikologi sosial ke dalam akuntansi perilaku menciptakan sistem yang lebih manusiawi dan mudah beradaptasi dengan kebutuhan organisasi. Kebijakan akuntansi yang hanya fokus pada angka dan efisiensi seringkali gagal memahami dinamika perilaku individu dan kelompok. Oleh karena itu, pendekatan ini membantu organisasi dalam beberapa cara.
- Peningkatan kepatuhan:
Memahami sikap dan persepsi karyawan memungkinkan manajemen merancang kebijakan yang lebih adil dan dapat diterima oleh seluruh pemangku kepentingan.
- Memotivasi karyawan:
Sistem penghargaan berdasarkan teori motivasi dapat meningkatkan kinerja optimal dan retensi karyawan.
- Manajemen Konflik:
Psikologi sosial menyediakan kerangka kerja untuk memahami dinamika kelompok sehingga konflik yang muncul dapat diselesaikan secara efektif.
- Menciptakan Budaya Kolaborasi:
Sistem akuntansi yang didasarkan pada komunikasi terbuka dan partisipasi kelompok mendukung pencapaian tujuan organisasi bersama.
Tantangan dalam Penerapan Akuntansi Keperilakuan
Meskipun penerapan akuntansi keperilakuan memiliki banyak manfaat, namun bukan berarti tanpa tantangan. Keberagaman perilaku manusia, kompleksitas interaksi kelompok, dan perbedaan budaya organisasi seringkali menjadi kendala. Selain itu, adanya bias persepsi dan penolakan terhadap perubahan harus diatasi dengan pendekatan yang hati-hati.
Menurut saya dapat disimpulkan bahwa “psikologi dan psikologi sosial berperan penting dalam membentuk dasar akuntansi keperilakuan. Dengan memahami perilaku individu dan dinamika kelompok, perusahaan dapat merancang sistem akuntansi yang lebih efektif, efisien, dan selaras dengan tujuan strategis. Pendekatan ini menumbuhkan lingkungan kerja yang mendukung, memotivasi, dan fokus pada kesuksesan bersama. Jasi , akuntansi bukan hanya sekedar alat untuk mengelola angka-angka, namun juga merupakan alat untuk mengatur perilaku manusia untuk mencapai kesuksesan bisnis.”
Penulis:
Fenny July Aryanti
Mahasiswi Jurusan Akuntansi S1 Universitas Pamulang
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas Mata Kuliah Akuntansi Keperilakuan







