• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

10 Penyakit Ini Memiliki Risiko Meninggal Dunia Paling Tinggi, Menurut WHO

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Desember 13, 2024
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
10 Penyakit Ini Memiliki Risiko Meninggal Dunia Paling Tinggi, Menurut WHO
553
SHARES
3.5k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Pada tahun 2021, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengungkapkan 10 penyakit yang menyebabkan banyak orang meninggal dunia tertinggi yang menyebabkan 39 juta kematian, atau 57 persen dari total 68 juta kematian di seluruh dunia.

Penyebab kematian global tertinggi, diurutkan berdasarkan jumlah total nyawa yang hilang. WHO mengungkapkan jumlah penyakit terbanyak di dunia adalah kardiovaskular (penyakit jantung iskemik, stroke) dan pernapasan (COVID-19, penyakit paru obstruktif kronik, infeksi saluran pernapasan bawah).

COVID-19 muncul sebagai penyebab kematian terbanyak kedua secara global. WHO mengelompokkan tiga kategori besar penyebab kematian yang tercatat di seluruh dunia.

Diantaranya adalah menular (penyakit infeksi dan parasit serta kondisi maternal, perinatal, dan gizi), tidak menular (penyakit kronis), dan cedera.

Di tingkat global, 7 dari 10 penyebab kematian teratas adalah penyakit tidak menular, yang mencakup 38 persen dari semua kematian, atau 68 persen dari 10 penyebab teratas.

BACA JUGA :  Pernikahan Setelah Lebaran Naik, KUA Tetap Buka Meski WFA Berlaku

Dilansir dari laman WHO, pembunuh terbesar di dunia adalah penyakit jantung iskemik yang memiliki presentase di atas 13% dari total kematian di dunia.

Sejak tahun 2000, peningkatan kematian terbesar terjadi karena penyakit ini meningkat sebesar 2,7 juta menjadi 9,1 juta kematian.

Sebagai penyebab kematian yang baru muncul, COVID-19 di atas 8,8 juta kematian. Akibatnya, secara signifikan menurunkan penyebab kematian terbanyak lainnya satu peringkat.

Alih-alih menjadi penyebab kematian kedua dan ketiga seperti pada tahun 2019, stroke dan penyakit paru obstruktif kronik menjadi penyebab kematian ketiga dan keempat, masing-masing presentase di atas sekitar 10% dan 5% dari total kematian.

Infeksi saluran pernapasan bawah tetap menjadi penyakit menular paling mematikan di dunia selain COVID-19, menduduki peringkat kelima sebagai penyebab kematian.

BACA JUGA :  WHO Tetapkan Situasi COVID-19 di Indonesia Masuk Level 2

Namun, jumlah kematian telah menurun secara substansial. Penyakit ini merenggut 2,5 juta jiwa, 370.000 lebih sedikit daripada tahun 2000.

Kematian akibat penyakit tidak menular lainnya juga meningkat. Kematian akibat kanker trakea, bronkus, dan paru-paru telah meningkat dari 1,2 juta  menjadi 1,9 juta dan sekarang menduduki peringkat keenam di antara penyebab kematian utama.

Selain itu, penyakit Alzheimer dan bentuk demensia lainnya menduduki peringkat ketujuh sebagai penyebab kematian utama yang menewaskan 1,8 juta jiwa.

Wanita adalah subyek paling rentan dan berisiko terkena penyakit ini. Secara global, 68% kematian akibat Alzheimer dan bentuk demensia lainnya adalah perempuan.

Diabetes juga termasuk dalam 10 penyebab kematian teratas, setelah mengalami peningkatan persentase yang signifikan sebesar 95% sejak tahun 2000.

BACA JUGA :  Gegara Film Terbaru, Hubungan Prilly Latuconsina dan Omara jadi Begini

Penyakit lain yang termasuk dalam 10 penyebab kematian teratas sejak tahun 2000 dan tidak lagi masuk dalam daftar adalah HIV dan AIDS.

Kematian akibat HIV dan AIDS telah turun hingga 61%, dari penyebab kematian ketujuh di dunia menjadi penyebab kematian ke 21.

Demikian pula, kematian akibat penyakit diare telah turun hingga 45%, dari penyebab kematian ke-6 pada menjadi penyebab kematian ke-13.

Sebaliknya, penyakit ginjal telah meningkat dari penyebab kematian dari ke-19, kini menduduki posisi 9.

Berikut 10 penyakit berisiko tinggi penyebab orang meninggal di dunia:

  1. Penyakit jantung iskemik
  2. Covid-19
  3. Stroke
  4. Penyakit paru obstruktif kronik
  5. Infeksi saluran pernapasan bawah
  6. Kanker paru-paru, bronkus, dan trakeostomi
  7. Penyakit Alzheimer dan demensia lainnya
  8. Diabetes melitus
  9. Penyakit ginjal
  10. Tuberkulosis
Tags: Penyakit BerisikoWHO
Previous Post

Terowongan Silaturahim Permudah Akses Jamaah Istiqlal dan Katedral

Next Post

Menekraf Bakal Bentuk Asosiasi Kreator Konten, Raffi Ahmad dan Yovie Widianto Angkat Suara

Related Posts

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital
NASIONAL

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo
TANGERANG SELATAN

Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo

Oktober 22, 2026
2.4k
Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
ADVERTORIAL

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Oktober 22, 2026
2.4k
Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor
NASIONAL

Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor

Oktober 22, 2026
2.4k
hujan ringan
TANGERANG SELATAN

Cuaca Tangsel Kamis 22 Oktober: 6 Kecamatan Hujan Ringan, Setu Perlu Waspada

Oktober 22, 2026
2.4k
Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
Next Post
Menekraf Bakal Bentuk Asosiasi Kreator Konten, Raffi Ahmad dan Yovie Widianto Angkat Suara

Menekraf Bakal Bentuk Asosiasi Kreator Konten, Raffi Ahmad dan Yovie Widianto Angkat Suara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com