• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home MEGAPOLITAN

Anak Bunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Diduga Halusinasi, Begini Kata Psikolog

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Desember 4, 2024
in MEGAPOLITAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Anak Bunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Diduga Halusinasi, Begini Kata Psikolog
8.5k
SHARES
9.6k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif MAS (14) yang diduga melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya, APW (40) dan Neneknya, RM (69) di Perumahan Bona, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 November lalu.

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Bidang Psikologi, Rose Mini Agoes Salim menilai dalam kasus ini terdapat banyak faktor yang tidak mudah ditelusuri.

Ia pun memberikan salah satu contoh faktor yang mengakibatkan seseorang berhalusinasi, sehingga dapat melakukan sesuatu yang jauh dari kebiasannya.

“Misalnya ada anak, stress yang terlalu jauh, misalnya beban sekolah banyak, harapan orang tua tinggi, lingkungan melihat dia sebagai orang yang selalu pintar, baik, dan sebagainya,” kata Rose, Rabu, (4/12/2024). Dilansir dari Hai Bunda.

BACA JUGA :  Ponsel Anak Tersangka Pembunuh Ayah dan Nenek Diperiksa Polisi, Isinya Bikin Kaget

“Sampai satu titik, dia merasa capek, terus kemudian down karena nggak kuat menahan tekanan-tekanan dan harapan-harapan orang, bisa saja dia jadi stress. Stress yang berkepanjangan bisa jadi depresi. Bisa juga depresi ini yang menyebabkan halusinasi,” sambungnya.

Kemudian, menurut Rose, faktor halusinasi ini pun memiliki banyak contoh seperti saat seseorang dalam keadaan kelaparan, depresi, gangguan saraf hingga deman tinggi, sehingga dia memiliki pemikiran-pemikiran yang di luar nalar pada umumnya.

“Penyebabnya kemungkinan banyak sekali, kita harus lebih banyak asessment terhadap anak ini untuk memperdalam,” ujarnya.

“Karena orang yang halusinasi itu adalah orang yang mempersepsikan sesuatu yang diterima oleh panca indera, pendengaran, pengelihatan, terus kemudian juga pengecapan dan sebagainya itu, seolah-olah ada, tapi sebetulnya hal tersebut tidak ada. Tidak ada dalam bentuk nyata. Sehingga yang dia lakukan persepsi yang salah sebetulnya,” tambahnya

BACA JUGA :  Pasca Ancaman Bom, TNI Pastikan Pesawat Saudia Aman Lanjutkan Penerbangan

Oleh sebab itu Rose menyarankan, untuk para pihak kepolisian yang menangani remaja tersebut agar tidak terburu-buru menentukan diagnosanya.

“Karena nanti kalau penyebabnya salah, kita tidak mendeteksi dengan benar. Pengobatan atau treatment-nya juga akan jadi salah. Penanganan kasusnya jadi salah. Jadi caranya, kita kumpulkan data dulu, kita melihat, lalu di checklist dulu ada ini, ada ini, ada ini. Jadi kemungkinan anak ini arahnya ke sana,” ujarnya.

Namun, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi membantah soal motif pembunuhan yang dilakukan remaja SMK di Jaksel itu diakibatkan karena tekanan Pendidikan dari orangtua terhadap terduga pelaku.

Ia menjelaskan, MAS telah mengakui jika diminta belajar oleh orangtuanya. Namun, permintaaan itu bukanlah paksaan, akan tetapi keinginan orangtua pada umumnya agar sang anak menjadi pintar.

BACA JUGA :  Kondisi Ibu Ditusuk Anaknya di Lebak Bulus Membaik meski Belum Bisa Ngomong

“Dia memang disuruh belajar, tapi itu hal biasa bagi anak yang berkonflik dengan hukum ini. Jadi itu memang menjadi kebiasaan dari ibu bapaknya, dia disuruh belajar. Dia bilang ‘ini bukan paksaan’,” kata Nurma kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa, (3/12/2024). Dilansir dari http://beritasatu.com.

Nurma juga menyebut bila MAS mengikuti permintaan orangtuanya karena ia menganggap itu adalah kewajiban, bagi seorang pelajar pada umumnya. Sehingga dia melakukannya dengan senang hati.

 

Tags: Kasus anak bunuh ayah dan nenekKasus anak bunuh ayah-nenek
Previous Post

Kuliah Peduli Negeri Mahasiswa UMB: Sosialisasi dan Pelatihan Bisnis Melalui Media Sosial

Next Post

Rutin Konsumsi Vitamin B3 Bantu Kurangi Peradangan pada Penderita PPOK

Related Posts

Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor
NASIONAL

Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor

Oktober 22, 2026
2.4k
hujan ringan
TANGERANG SELATAN

Cuaca Tangsel Kamis 22 Oktober: 6 Kecamatan Hujan Ringan, Setu Perlu Waspada

Oktober 22, 2026
2.4k
Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Rutin Konsumsi Vitamin B3 Bantu Kurangi Peradangan pada Penderita PPOK

Rutin Konsumsi Vitamin B3 Bantu Kurangi Peradangan pada Penderita PPOK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com