• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home MEGAPOLITAN

Anak Bunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Diduga Halusinasi, Begini Kata Psikolog

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Desember 4, 2024
in MEGAPOLITAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Anak Bunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Diduga Halusinasi, Begini Kata Psikolog
8.5k
SHARES
9.6k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif MAS (14) yang diduga melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya, APW (40) dan Neneknya, RM (69) di Perumahan Bona, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 November lalu.

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Bidang Psikologi, Rose Mini Agoes Salim menilai dalam kasus ini terdapat banyak faktor yang tidak mudah ditelusuri.

Ia pun memberikan salah satu contoh faktor yang mengakibatkan seseorang berhalusinasi, sehingga dapat melakukan sesuatu yang jauh dari kebiasannya.

“Misalnya ada anak, stress yang terlalu jauh, misalnya beban sekolah banyak, harapan orang tua tinggi, lingkungan melihat dia sebagai orang yang selalu pintar, baik, dan sebagainya,” kata Rose, Rabu, (4/12/2024). Dilansir dari Hai Bunda.

BACA JUGA :  Cegah Tawuran Saat Malam Tahun Baru, Polda Metro Jaya Patroli Medsos

“Sampai satu titik, dia merasa capek, terus kemudian down karena nggak kuat menahan tekanan-tekanan dan harapan-harapan orang, bisa saja dia jadi stress. Stress yang berkepanjangan bisa jadi depresi. Bisa juga depresi ini yang menyebabkan halusinasi,” sambungnya.

Kemudian, menurut Rose, faktor halusinasi ini pun memiliki banyak contoh seperti saat seseorang dalam keadaan kelaparan, depresi, gangguan saraf hingga deman tinggi, sehingga dia memiliki pemikiran-pemikiran yang di luar nalar pada umumnya.

“Penyebabnya kemungkinan banyak sekali, kita harus lebih banyak asessment terhadap anak ini untuk memperdalam,” ujarnya.

“Karena orang yang halusinasi itu adalah orang yang mempersepsikan sesuatu yang diterima oleh panca indera, pendengaran, pengelihatan, terus kemudian juga pengecapan dan sebagainya itu, seolah-olah ada, tapi sebetulnya hal tersebut tidak ada. Tidak ada dalam bentuk nyata. Sehingga yang dia lakukan persepsi yang salah sebetulnya,” tambahnya

BACA JUGA :  Peringati Hari Guru Nasional, BRI Peduli Beri Apresiasi dan Salurkan Bantuan di SDN Sukamahi 02 Megamendung

Oleh sebab itu Rose menyarankan, untuk para pihak kepolisian yang menangani remaja tersebut agar tidak terburu-buru menentukan diagnosanya.

“Karena nanti kalau penyebabnya salah, kita tidak mendeteksi dengan benar. Pengobatan atau treatment-nya juga akan jadi salah. Penanganan kasusnya jadi salah. Jadi caranya, kita kumpulkan data dulu, kita melihat, lalu di checklist dulu ada ini, ada ini, ada ini. Jadi kemungkinan anak ini arahnya ke sana,” ujarnya.

Namun, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi membantah soal motif pembunuhan yang dilakukan remaja SMK di Jaksel itu diakibatkan karena tekanan Pendidikan dari orangtua terhadap terduga pelaku.

Ia menjelaskan, MAS telah mengakui jika diminta belajar oleh orangtuanya. Namun, permintaaan itu bukanlah paksaan, akan tetapi keinginan orangtua pada umumnya agar sang anak menjadi pintar.

BACA JUGA :  Penyidik Temukan Fakta Baru dalam Kasus Anak Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus

“Dia memang disuruh belajar, tapi itu hal biasa bagi anak yang berkonflik dengan hukum ini. Jadi itu memang menjadi kebiasaan dari ibu bapaknya, dia disuruh belajar. Dia bilang ‘ini bukan paksaan’,” kata Nurma kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa, (3/12/2024). Dilansir dari http://beritasatu.com.

Nurma juga menyebut bila MAS mengikuti permintaan orangtuanya karena ia menganggap itu adalah kewajiban, bagi seorang pelajar pada umumnya. Sehingga dia melakukannya dengan senang hati.

 

Tags: Kasus anak bunuh ayah dan nenekKasus anak bunuh ayah-nenek
Previous Post

Kuliah Peduli Negeri Mahasiswa UMB: Sosialisasi dan Pelatihan Bisnis Melalui Media Sosial

Next Post

Rutin Konsumsi Vitamin B3 Bantu Kurangi Peradangan pada Penderita PPOK

Related Posts

Syahara Khoerunisa Matangkan Bidikan, Atlet Panahan Tangsel Bidik Prestasi di Porprov 2026
TANGERANG SELATAN

Syahara Khoerunisa Matangkan Bidikan, Atlet Panahan Tangsel Bidik Prestasi di Porprov 2026

Oktober 23, 2026
2.4k
Andra Soni Dukung Target Kredit Rakyat Rp400 Triliun, UMKM Banten Jadi Sorotan
BANTEN

Andra Soni Dukung Target Kredit Rakyat Rp400 Triliun, UMKM Banten Jadi Sorotan

Oktober 23, 2026
2.4k
Dukung Elektrifikasi Desa dan Pemulihan Pascabencana, BRI Peduli Perluas Akses Energi Surya bagi Ribuan Keluarga
ADVERTORIAL

Dukung Elektrifikasi Desa dan Pemulihan Pascabencana, BRI Peduli Perluas Akses Energi Surya bagi Ribuan Keluarga

Oktober 23, 2026
2.5k
Sering Alami Asam Lambung Naik? Kenali Penyebab dan 5 Cara Mencegah GERD
KESEHATAN

Sering Alami Asam Lambung Naik? Kenali Penyebab dan 5 Cara Mencegah GERD

Oktober 23, 2026
2.4k
Prakiraan Cuaca Tangsel 25 Mei 2026: Mayoritas Wilayah Diguyur Hujan Ringan
TANGERANG SELATAN

Prakiraan Cuaca Tangsel Jumat 23 Oktober 2026, Tujuh Kecamatan Berpotensi Hujan

Oktober 23, 2026
2.5k
Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Rutin Konsumsi Vitamin B3 Bantu Kurangi Peradangan pada Penderita PPOK

Rutin Konsumsi Vitamin B3 Bantu Kurangi Peradangan pada Penderita PPOK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com