TANGSELXPRESS – Kecelakaan minibus Isuzu Elf di jalur alternatif Puncak, Jawa Barat pada Minggu (1/12/2024) menjadi peringatan penting tentang keselamatan perjalanan, terutama di rute-rute dengan medan yang sulit.
Kecelakaan terjadi di turunan tajam Kampung Citamiang, jalur alternatif Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Medan yang berbelok dan menurun tajam menjadi salah satu faktor utama.
Minibus Isuzu Elf dengan nomor polisi B 0727 JDA membawa 19 penumpang wisatawan asal Tambora, Jakarta Barat.
Kepala Unit Gakkum Polres Bogor Ipda Ferdhyan Mulya mengungkapkan jika kecelakaan terjadi karena sopir yang diduga tidak mampu mengendalikan kendaraan sehingga minibus oleng dan terguling.
Kepala Unit Gakkum Polres Bogor Ipda Ferdhyan Mulya mengungkapkan, kecelakaan maut diduga akibat sopir tidak mampu mengendalikan kendaraan di turunan tajam Kampung Citamiang.
Menurutnya kendaraan elf dengan Nopol B 0727 JDA yang dikemudikan Muhammad Djunaedi (33) membawa rombongan wisatawan pemuda dari Kelurahan Jembatan 5, Tambora, Jakarta Barat. Namun, setibanya di turunan Citamiang, kendaraan oleng hingga akhirnya terbalik.
“Di turunan Citamiang kondisi jalan turun berbelok ke kanan, kendaraan oleng mengarah kiri sehingga terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Akibat kejadian ini dari total 19 penumpang, satu orang dengan identitas MU (39) dinyatakan meninggal di lokasi, sedangkan dua penumpang mengalami luka berat dan 16 penumpang lainnya mengalami luka ringan.
Dari 16 penumpang yang mengalami luka ringan, delapan orang masih dirawat di RSUD Ciawi. Sementara, delapan orang lainnya diperbolehkan pulang.
“Untuk luka berat dan ringan dirawat di RSUD Ciawi,” papar Ipda Ferdhyan terkait korban kecelakaan di kawasan Puncak.
Pihak kepolisian juga akan memeriksa sopir Muhammad Djunaedi (33) untuk mengetahui lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian atau faktor teknis pada kendaraan. Demikian dikutip dari beritasatu.com.







