TANGSELXPRESS – Kecelakaan nahas bus Blue Star bernomor polisi B 7263 NAA yang membawa rombongan para dosen UNPAM, setelah menabrak dan tertimpa tiang Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ), pada Rabu malam (25/7/2024), mengakibatkan satu orang dosen meninggal dunia.
Sosok korban tersebut adalah Direktur Pascasarjana UNPAM, DR. Ir. H. Sarwani, MT., MM yang saat insiden kecelakaan terjadi, duduk di barisan sayap kanan bagian depan bersama rekan-rekan dosen lainnya.
Peristiwa tersebut sontak membuat seluruh keluarga besar Universitas Pamulang (UNPAM) berduka. Setelah mendengar kabar kecelakaan itu, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie langsung menuju ke rumah duka almarhum Sarwani dosen Universitas Pamulang (Unpam) yang menjadi korban meninggal dunia di tol Cipali-Kertajati pada Rabu (25/7/2024).
Menurut Benyamin, sosok almarhum merupakan sosok ilmuwan yang mempunyai integritas di dunia kampus dan masyarakat.
Tidak hanya Wali Kota Tangsel dan para rekan dosen yang berduka, melainkan salah satu mahasiswi almarhum bernama Nur Astriyani Sofiana (Achie), mengaku sangat kehilangan figur pendidik yang baik dan bijaksana seperti almarhum Sarwani.
“Beliau dulu dosen pembimbing saya selama menyelesaikan tesis S2. Kalo kasih bimbingan runut dan rapi. Orangnya baik banget, bijaksana, suka bercanda dan humoris,” ungkap Achie saat dihubungi TangselXpress via Whatsapp.
Kesan mendalam lain, menurut Achie, yang hingga kini masih diingatnya adalah, cita-cita almarhum untuk mendirikan S3 jurusan Hukum dan Manajemen.
“Almarhum dulu sempat bilang, ayo bu lanjut S3, Insya Allah nanti akan ada jurusan hukum dan manajemen,” kenang Achie menirukan perkataan almarhum.
Tidak seperti dosen pada umumnya yang dikenal memiliki pembawaan serius dan cenderung kaku, sifat kelakar dan humoris Ketua Program Studi Magister Management dan Dekan Fakultas IKOM ini juga menjadi salah satu kenangan tak terlupakan bagi Achie, yang mengaku terakhir bertemu almarhum saat acara Gladi Bersih dan Wisuda Pascasarjana beberapa bulan lalu.
“Terakhir bertemu almarhum saat acara Gladi Bersih dan seremonial Wisuda Pascasarjana, beliau sempat bercanda pada saya, “awas bu nanti jatuh, pas wisuda jangan pakai sepatu tinggi ya”. Makanya ketika dengar Pak Sarwani meninggal, sesak sekali dada saya”, cerita mahasiswi S2 jurusan Manajemen SDM tersebut kala mengenang sosok almarhum.







