TANGSELXPRESS – Setiap orang tentunya memiliki cara tersendiri untuk mengatasi stres. Ada yang memilih untuk menonton film, ada pula yang pergi jalan-jalan sejenak untuk menjernihkan pikiran.
Selain itu, ternyata ada cara paling mudah untuk mengurangi stres, yaitu dengan melatih teknik pernapasan. Kalau belum tahu caranya, Anda bisa pelajari teknik latihan pernapasan berikut ini.
- Teknik napas panjang
Tidak hanya menarik napas dalam-dalam, penting juga untuk berlatih napas panjang. Jika dilakukan terlalu pendek atau terlalu cepat, hal ini justru dapat memicu hiperventilasi.
Hiperventilasi adalah kondisi ketika terlalu banyak karbondioksida yang dikeluarkan daripada dihirup. Pasokan karbon dioksida yang jauh berkurang dapat memicu penyempitan pembuluh darah ke otak. Saat mengalami hal ini, seseorang biasanya akan merasa seperti ‘melayang’ dan kesemutan pada jari.
Oleh karena itu, cobalah untuk latihan bernapas panjang dan tidak terburu-buru. Cara ini bisa dilakukan sambil berdiri, duduk, atau tiduran senyaman yang Anda bisa.
Berikut cara melakukan pernapasan panjang:
Sebelum menarik napas dalam-dalam, cobalah mengembuskan napas secara menyeluruh. Dorong semua udara keluar dari paru-paru sebelum mulai menarik napas lagi;
Coba keluarkan napas sedikit lebih lama daripada saat Anda menghirup napas. Misalnya, jika Anda menarik napas selama 4 detik, cobalah buang napas selama 6 detik;
Lakukan teknik ini secara teratur setidaknya 2-5 menit.
- Teknik pernapasan diafragma
Pernah mendengar soal bernapas lewat perut? Teknik pernapasan yang satu ini ternyata bisa membantu Anda terlepas dari stres yang mengganggu, lho!
Bernapas lewat perut disebut juga dengan pernapasan diafragma. Diafragma sendiri merupakan otot yang berada tepat di bawah paru-paru. Bernapas dari diafragma dapat membantu mengurangi kekuatan yang diperlukan tubuh untuk mulai bernapas.
Berikut cara melakukan pernapasan diafragma:
Ambil posisi yang nyaman, bisa berbaring di lantai maupun tempat tidur dan letakkan bantal di bawah kepala dan lutut. Anda boleh juga duduk di kursi yang nyaman dan rilekskan kepala, leher dan bahu dengan lutut ditekuk;
Letakkan satu tangan di dada (atas jantung) dan satu tangan lainnya di bawah tulang rusuk (atas pusar) untuk merasakan gerakan diafragma Anda;
Tarik napas lewat hidung. Perhatikan gerakan perut dan dada saat Anda bernapas. Buang napas pelan-pelan lewat mulut;
Usahakan bagian dada tetap diam selama melakukan latihan pernapasan ini.
Anda mungkin akan merasa cepat lelah saat melakukan teknik ini. Coba lakukan setiap hari, setidaknya 3-4 kali masing-masing 10 menit agar terbiasa.
- Bernapas dengan teknik fokus
Sudah bisa bernapas dalam-dalam dan panjang? Sekarang coba lakukan dengan fokus dan konsentrasi penuh. Latihan pernapasan ini ampuh mengurangi kecemasan Anda, apalagi bila dilakukan secara rutin
Anda bisa melakukan teknik ini dengan duduk atau berbaring di tempat yang tenang dan nyaman. Sebetulnya, caranya sama seperti latihan pernapasan pada umumnya. Hanya saja, Anda perlu menyelipkan afirmasi positif di kepala dan mengucapkannya dalam hati. Misalnya, “Semua pasti baik-baik saja” atau cukup sesederhana “Saya merasa tenang dan aman”.
Setiap tarikan napas yang Anda lakukan, bayangkan Anda sedang memasukkan energi positif ke dalam pikiran dan tubuh. Begitu juga saat Anda mengembuskan napas, yakinkan bahwa Anda sedang mengeluarkan pikiran dan energi negatif yang selama ini meresahkan. Lakukan setidaknya 20 menit setiap hari dan rasakan sendiri manfaatnya.
Nah, sekarang Anda tak perlu bingung lagi saat dilanda stres berkepanjangan. Lakukan latihan pernapasan secara rutin sampai Anda terbiasa. Setelah itu, beristirahatlah sejenak dari segala kegiatan yang menyita perhatian Anda. Seimbangkan juga dengan konsumsi makanan bergizi supaya otak mendapatkan nutrisi penting dan lebih rileks untuk melanjutkan aktivitas.







