TANGSELXPRESS– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memutuskan untuk menunda penutupan akses Jalan Puspiptek, Kecamatan Setu, Kota Tangsel setelah mendapatkan penolakan dari warga Tangsel dan Bogor.
Keputusan tersebut disampaikan oleh koordinator BRIN Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Ana Harlina, di hadapan massa yang sedang menggelar aksi di depan kantor BRIN. Sebelum menyampaikan jawabannya, Ana menggelar mediasi terlebih dahulu dengan perwakilan warga.
Dalam mediasi tersebut, Ana menyampaikan jawaban dari hasil kajian sementara yang dilakukan oleh pihak BRIN. Namun, perwakilan warga yang hadir meminta Ana untuk menyampaikan langsung jawabannya kepada masyarakat yang sedang demonstrasi.
“Dengan kajian ini saya putuskan hari ini bahwa tidak ada penutupan jalan,” kata Ana Harlina di hadapan ratusan warga pada Selasa, (23/4).
Ana juga mengungkapkan BRIN akan kembali melakukan kajian untuk memutuskan kebijakan yang akan diambil terkait akses Jalan Puspiptek.
“Kami dari BRIN bersama pemerintah daerah baik provinsi maupun pemerintah kota akan melakukan kajian untuk memberikan keputusan yang terbaik,” ungkapnya.
Ana memastikan bahwa dengan keputusan tersebut, kendaraan pribadi dan roda dua masih dapat melintas di Jalan Raya Puspiptek. Sementara untuk kendaraan besar, mereka tetap dialihkan melalui jalan lingkar BRIN atau Jalan KST BJ Habibie yang tepat berada di depan kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI).
“Yang sekarang terjadi adalah pengalihan jalan bagi kendaraan besar, kendaraan kecil, dan roda dua masih dapat melintas,” terangnya.
Pernyataan tersebut langsung disambut baik ratusan warga yang sudah menunggu jawaban sejak pagi di depan kantor BRIN.(ARG)







