TANGSELXPRESS – Bang Ocong kali ini bernasib apes. Saat indehoi dengan pacarnya Misye, di toilet musala, sejumlah pemuda menggerebeknya.
Alhasil, Bang Ocong dan Misye terpaksa harus mempertanggungjawabkan perbuatan tak senonohnya di hadapan petugas Polsek Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Kisah cinta tak senonoh dua insan dimabok asmara ini bermula dari rasa rindu Bang Ocong kepada Misye. Cinta keduanya tumbuh saat mereka berdua bekerja di tempat terapi seberang taman Prof Moestopo Ngadiluwih.
“Dik Misye, mau gak kamu jadi pacar akooh?,” tanya Bang Ocong saat nembak Misye.
“Mau Bang,” jawab cewek Surabaya alias Suka Diraba di Bagian Berbahaya itu.
Sejak saat itulah, Bang Ocong menjadi Sutarmi alias Suami Tak Resminya cewek asal Ponggok, Blitar itu.
Hampir setiap hari, Bang Ocong dan Misye selalu oh yes oh no. Hal ini pula yang kemudian memaksa bos mereka untuk memulangkan Misye ke kampung halamannya.
“Biar gak ihik ihik tiap hari,” batin Japra, bos mereka berdua.
Meski LDR alias Long Distance Relationship, hubungan asmara Bang Ocong dan Misye tidak harus kandas. Keduanya tetap menjalin cinta dengan baik. Dua minggu sekali, Misye dan Bang Ocong selalu ketemuan.
Kalau gak di Blitar, ya di Ngadiluwih Kediri. Dua kota itulah yang menjadi saksi cinta keduanya.
Hingga akhirnya, kerinduan Bang Ocong tak tertahankan. Dia kebayang-bayang wajah Misye yang merintih saat ditindih.
“Dik ketemuan yuk, Abang kangen,” tulis Bang Ocong lewat pesan whatsapp.
Mendapat wa dari belahan jiwanya, Misye langsung berangkat ke Kediri. Jauhnya jarak tak menyurutkan semangat gadis Sumatera alias Sudah Matang dan Trengginas di Ranjang itu.
Taman Prof Moestopo Ngadiluwih menjadi saksi bisu getar-getar kerindungan Bang Ocong dan Misye. Mereka asik melepas rindu hingga malam hari.
Hingga akhirnya, Bang Ocong mengajak Misye ke toilet musala yang berada di taman itu. Jangan pernah berpikir mereka ke toilet untuk pipis atau pup. Ada yang lebih penting untuk mereka lakukan, yaitu melepas hajat yang lebih besar.
Rupanya, gerak-gerik Bang Ocong dan Misye diawasi sejumlah pemuda di sana. Nah, saat Bang Ocong dan Misye melepas hajat, para pemuda itu menggebereknya.
Bang Ocong dan Misye tak berkutik. Mereka mohon ampun saat para pemuda itu membawanya ke kantor polisi.
Oalah Bang, hasrat terpendam yang tak tertahankan membawamu ke kantor polisi….







