TANGSELXPRESS – Timnas Indonesia kembali harus mengakui keunggulan Libya pada laga uji coba yang kedua dengan skor 1-2 di Stadion Titanic Mardan, Antalya, Turki, Jumat (5/1) malam WIB.
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong melakukan perubahan dalam starting XI. Ernando Ari Sutaryadi dimainkan, termasuk Jordi Amat, Justin Hubner, Ivar Jenner, dan Witan Sulaeman, Marselino Ferdinan yang turun sejak awal.
Elkan Baggott yang absen di uji coba pertama turut dimainkan. Selain itu, Rizky Ridho, Yakob Sayuri, Pratama Arhan, dan Rafael Struick.
Timnas Indonesia unggul lebih dahulu lewat gol menit keenam. Umpan tarik Ivar Jenner tidak bisa dijangkau Witan, namun kemudian dimaksimalkan Yakob Sayuri dan menjadi gol.
Sayang, tiga menit berselang Libya mampu menyamakan kedudukan. Bola sepakan Osama Elsharimi sempat mengenai kaki Elkan Baggott dan tiang gawang sebelum masuk ke jala yang dikawal Ernando Ari.
Indonesia berbalik tertinggal setelah Libya mencetak gol kedua pada menit ke-20. Bola umpan Rizky Ridho ke kiper Ernando diambil Ahmed Ekrawa. Ekrawa mengecoh Ernando sebelum melepaskan sepakan yang membuat bola masuk ke gawang.
Di babak kedua, Indonesia cukup banyak mendapat peluang. Namun, skor 2-1 untuk kemenangan Libya tetap bertahan hingga akhir laga.
Meski kembali menelan kekalahan, Shin Tae-yong mengatakan bahwa Timnas Indonesia pasti akan meraih hasil yang lebih baik lagi kedepannya.
“Pastinya saya juga ingin meraih kemenangan di setiap pertandingan. Tapi selama ini skuad kami perkembangannya kurang, jadi ke depan pasti akan lebih baik,” ujar Shin Tae-yong kepada awak media, Jumat (5/1).
Shin Tae-yong juga meminta agar para suporter bersabar demi kemajuan sepak bola Indonesia yang lebih baik lagi.
“Mohon kepada suporter jangan terlalu buru-buru memberikan penilaian atas perkembangan tim. Sedikit lebih bersabar untuk kemajuan sepak bola Indonesia pasti akan lebih membaik,” tambahnya.
Uji coba ini bagian persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2023. Satu uji coba lagi akan dijalani Garuda di Qatar, yakni melawan Iran pada 9 Januari.







