• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Senin, 19 Januari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home PENDIDIKAN

Merdeka atau Terbelenggu? Pendidikan Indonesia dan Cita-Cita Ki Hajar Dewantara

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Desember 9, 2023
in DUNIA KAMPUS, PENDIDIKAN
Reading Time: 3min read
Merdeka atau Terbelenggu? Pendidikan Indonesia dan Cita-Cita Ki Hajar Dewantara

Lisda Fitrian Masitoh Dosen Universitas Pamulang dan Mahasiswa S3 Pendidikan Matematika UPI. Foto: Istimewa

112
SHARES
1.3k
VIEWS

PENDIDIKAN merupakan aspek krusial yang menentukan peradapan bangsa Indonesia kedepan. Meski banyak kemajuan yang telah dicapai, pertanyaan kritis muncul “apakah Indonesia sudah sepenuhnya merdeka dalam bidang pendidikan?”

Salah satu tokoh pendidikan di Indonesaia adalah Ki Hajar Dewantara. Ia menggerakkan semangat untuk memberikan akses pendidikan yang merata bagi masyarakat. Tidak hanya itu, cita-cita Ki Hajar Dewantara tidak hanya untuk memberikan akses pendidikan yang merata bagi semua anak bangsa, tetapi juga memberdayakan mereka dengan keterampilan dan pemikiran kritis. Harapannya adalah untuk melahirkan generasi bangsa yang memiliki martabat, berkarakter dan berani.

Cita-cita lulur Ki Hajar Dewantara tentu menjadi cita-cita semua rakyat Indonesia. Salah satu jalan terwujudnya adalah dengan memberikan akses pendidikan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Namun faktanya, saat ini akses pendidikan yang merata masih menjadi isu sentral. Meski terdapat peningkatan signifikan dalam angka partisipasi sekolah, nyatanya masih ada ketidakmerataan yang antara daerah perkotaan dan pedesaan. Kondisi ini membuat kita patut bertanya “apakah setiap anak Indonesia sekarang benar-benar mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan berkualitas?”

Selain itu, kualitas pendidikan itu sendiri juga menjadi sorotan tajam. Ki Hajar Dewantara menekankan pada pendidikan yang tidak hanya mengisi kepala dengan informasi, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Kampung Bersih Perkotaan: Program Literasi Sampah dan Disiplin Buang Sampah Berbasis RT/RW

Apakah sistem pendidikan saat ini telah mampu memenuhi harapan tersebut? Apakah sistem pendidikan telah benar-benar mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang memberdayakan siswa untuk tumbuh sebagai individu yang bertanggung jawab dan bermoral?

Jika ya mengapa masih banyak berita-berita kejahatan, perilaku yang tidak terpuji yang datang dari siswa dan guru? Faktor-faktor apa yang mungkin menyebabkan ketidakselarasan ini dan bagaimana kita dapat merancang solusinya?

Mungkin, perlu dieksplorasi lebih lanjut apakah kurikulum saat ini mencakup pendekatan holistik yang mendukung perkembangan karakter dan etika ataukah masih terfokus pada aspek-aspek akademis semata.

Selain itu, kondisi lingkungan sosial dan pengaruh media juga dapat memainkan peran signifikan dalam membentuk perilaku siswa di luar konteks pendidikan formal. Oleh karena itu, pertanyaan kritis ini memunculkan kebutuhan untuk mengevaluasi secara mendalam bagaimana kita dapat menyelaraskan misi pendidikan dengan realitas sosial yang ada.

Bagaimana implementasi pendidikan dapat memperkuat nilai-nilai moral dan etika, serta bagaimana strategi yang efektif untuk mencegah dan mengatasi perilaku tidak terpuji. Ini bukan hanya tugas sistem pendidikan, tetapi juga tantangan bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang sejalan dengan nilai-nilai dan harapan Ki Hajar Dewantara.

BACA JUGA :  Kepemimpinan Visioner yang Diakui Dunia, Prof Heri Hermansyah Raih Gelar Kehormatan AFEO

Selain menyorot hal di atas, peran guru sesuai dengan cita-cita Ki Hajar Dewantara, bukan hanya sebagai pengajar tetapi sebagai teladan yang memberikan inspirasi dan membantu siswa menemukan potensi terbaik dalam diri mereka.

Namun dengan tanggung jawab yang besar itu, apakah guru-guru saat ini mampu memenuhi peran ini, ataukah justru mereka masih dihadapkan pada tantangan kesejahteraan yang mempengaruhi kualitas pendidikan?

Menghubungkan cita-cita Ki Hajar Dewantara dengan kondisi pendidikan saat ini menjadi esensial dalam menilai sejauh mana kita telah meraih kemerdekaan dalam pendidikan. Melalui evaluasi yang tajam dan kritis terhadap kemajuan dan tantangan yang masih dihadapi, kita dapat mengarahkan upaya bersama menuju cita-cita pendidikan yang sesuai dengan impian para tokoh pendidikan Indonesia, salah satunya Ki Hajar Dewantara.

Sejalan dengan refleksi kritis terhadap cita-cita Ki Hajar Dewantara dan kondisi pendidikan saat ini, tantangan ini memang memerlukan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.

BACA JUGA :  Cerdas Mengelola Keuangan Sejak Dini dengan Menabung, Berhemat, dan Berinvestasi

Pemerintah memiliki peran krusial dalam membentuk kebijakan pendidikan yang mendukung visi kemerdekaan pendidikan. Perluasan akses pendidikan hingga pelosok negeri, peningkatan kualitas kurikulum untuk memperkuat nilai karakter, serta peningkatan kesejahteraan guru perlu menjadi fokus utama. Pemerintah harus memperkuat mekanisme pengawasan untuk memastikan bahwa setiap langkah kebijakan benar-benar merangkul semangat kemerdekaan pendidikan.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan yang merdeka. Penghargaan terhadap profesi guru harus ditingkatkan. Kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan harus ditanamkan secara luas.

Pendidikan bukanlah tanggung jawab eksklusif pemerintah, tetapi tugas dan tanggung jawab bersama bagi setiap elemen masyarakat. Melalui kerja sama antara semua pihak, Indonesia dapat terus berbenah memperbaiki dan menyempurnakan sistem pendidikan di Indonesia menuju kemerdekaan pendidikan yang sesungguhnya. Hanya dengan keterlibatan aktif dari semua pihak, kita dapat mengukir masa depan pendidikan yang lebih baik, sejalan dengan impian dan harapan para tokoh pendidikan, termasuk Ki Hajar Dewantara.

Penulis:

Lisda Fitrian Masitoh

Dosen Universitas Pamulang
Mahasiswa S-3 Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia

Tags: Dosen unpamKi Hajar DewantaraPendidikan Indonesiauniversitas pamulang
Previous Post

Lawan Persis, Arema FC Siap ‘Berdarah-darah’ Demi Jauhi Zona Merah

Next Post

Sosialisasi Kesadaran Digital dan Etika Online pada Remaja dan Anak-Anak

Related Posts

Mengajarkan Keuangan di Era Fintech untuk Siswa SMK
DUNIA KAMPUS

Mengajarkan Keuangan di Era Fintech untuk Siswa SMK

Januari 15, 2026
2.7k
Upgrade SDM SMK Al-Muhtadin sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing di Era Industri 5.0
DUNIA KAMPUS

Upgrade SDM SMK Al-Muhtadin sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing di Era Industri 5.0

Januari 15, 2026
2.4k
Generasi Z: Tantangan, Kekuatan, dan Solusi dalam Dunia Kerja dan Usaha
DUNIA KAMPUS

Generasi Z: Tantangan, Kekuatan, dan Solusi dalam Dunia Kerja dan Usaha

Januari 15, 2026
2.9k
Membangun Generasi Mandiri dan Produktif di Zaman Modern
DUNIA KAMPUS

Membangun Generasi Mandiri dan Produktif di Zaman Modern

Januari 15, 2026
2k
Peningkatan Kompetensi Manajemen untuk Siswa SMK di Era Gen Z
DUNIA KAMPUS

Peningkatan Kompetensi Manajemen untuk Siswa SMK di Era Gen Z

Januari 15, 2026
2.3k
Membekali Siswa SMK dengan Keterampilan Bisnis Online: Strategi Penguatan Peran Pemuda dalam Transformasi Digital
DUNIA KAMPUS

Membekali Siswa SMK dengan Keterampilan Bisnis Online: Strategi Penguatan Peran Pemuda dalam Transformasi Digital

Januari 14, 2026
2.1k
Next Post
Sosialisasi Kesadaran Digital dan Etika Online pada Remaja dan Anak-Anak

Sosialisasi Kesadaran Digital dan Etika Online pada Remaja dan Anak-Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com