DALAM sebuah perusahaan, sistem pengendalian manajemen sangat penting karena memiliki peran besar terhadap laju perkembangan suatu perusahaan. Apabila perusahaan tak mempunyai sistem pengendalian yang baik, atau bahkan tidak ada sekali, bisa dibilang perusahaan ini rentan dalam mengalami penurunan.
Setiap perusahaan memiliki sistem yang dijalankan dan sudah pasti berbeda dengan perusahaan yang lainnya. Semakin baiknya sistem pengendalian manajemen yang dimiliki suatu perusahaan maka akan membuat perusahaan tersebut berkembang cepat. Sebaliknya, jika sistemnya buruk atau tidak ada sama sekali maka akan memberi dampak buruk.
Sistem pengendalian manajemen adalah suatu upaya sistematis yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuannya dengan cara melakukan perbandingan atas prestasi kerja agar sesuai rencana awal dan menciptakan suatu tindakan yang tepat untuk bisa mengoreksi setiap perbedaan yang menyimpang.
Anthony dan Govindarajan dalam bukunya yang berjudul Management Control System menjelaskan bahwa manajemen pengendalian adalah suatu proses yang mana pihak manajer memberikan arahan pada tiap member dalam perusahaan untuk bisa menerapkan strategi perusahaan tersebut.
Sistem pengendalian manajemen akan digunakan oleh perusahaan untuk mengendalikan seluruh organisasi, termasuk pengendalian atas seluruh sumber daya yang digunakan, baik itu sumber daya manusia ataupun sumber daya peralatan, serta hasil yang didapatkan oleh perusahaan, sehingga perusahaan bisa mencapai tujuannya secara lancar.
Sistem ini akan lebih fokus pada strategi dan teknik evaluasi yang lebih terintegrasi dan menyeluruh dengan sifat perhitungan yang matang dalam mengevaluasi sesuatu di dalamnya.
Sistem pengendalian manajemen akan lebih berorientasi pada sumber daya manusia, karena pengendalian manajemen ini lebih difokuskan untuk membantu manajer perusahaan untuk mencapai strategi bukan untuk memperbaikinya.
Oleh karena itu, dalam pengendalian manajemen, faktor psikologis lebih mendominasi. Berdasarkan ciri-ciri di atas, dapat diketahui bahwa tugas terpenting manajemen melalui pengendalian manajemen adalah mengupayakan tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Selain itu, tujuan perancangan sistem pengendalian manajemen, yaitu :
– Keandalan dan kelengkapan informasi yang diperoleh.
– Mematuhi kebijakan, rencana, prosedur, aturan dan ketentuan yang berlaku.
– Melindungi aset perusahaan.
– Mewujudkan kegiatan yang hemat biaya.
Sistem pengendalian manajemen yang dapat diandalkan (reliable) memiliki unsur-unsur yang harus dipenuhi, yaitu :
– Keterampilan pegawai (karyawan) yang sesuai dengan tugasnya.
– Pemisahan tugas.
– Sistem pemberian wewenang, tujuan dan teknik, serta pengawasan yang tepat dalam mengadakan pengendalian harga, utang, penerimaan, dan pengeluaran.
– Pengendalian terhadap penggunaan aset dan dokumen serta formulir penting.
– Pemeriksaan fisik aset dengan catatan aset dan kewajiban.
Contoh implementasi sistem pengendalian manajemen di PT Mica Jaya Pratama
PT Mica Jaya Pratama adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik yang berdiri pada tahun 2015. Kantor pusat PT Mica Jaya Pratama beralamat di Jalan Marina Indah blok G No. 57 Rukan Eksclusive Bukit Golf Mediterania Jakarta Utara.
Produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini beragam macam seperti aneka perawatan kulit, lipstik, bedak, minyak wangi, lotion dan sebagainya.
Sistem pengendalian manajemen di PT Mica Jaya Pratama dapat dikatakan cukup baik, karena telah menjalankan kinerja yang efektif dan efisien sehingga dapat mempertanggung jawabkan tugasnya. Hal ini dapat dilihat dari penerapan unsur pengendalian manajemen seperti pusat pertanggung jawaban, sistem informasi serta tujuan dan strategi telah dilaksanakan dengan baik.
Penulis:
Rizki Oktara
Mahasisiwa Program Studi Akuntansi S1
Universitas Pamulang
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.







