DALAM kehidupan manusia sampah dari limbah rumah tangga merupakan permasalahan utama yang tidak ada habisnya, seperti halnya limbah sampah organik. Seperti kita ketahui bahwa sampah organik sangat banyak dihasilkan pada lingkungan rumah tangga.
Jika sampah tersebut dimanfaatkan bukan tidak mungkin akan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna terlebih apabila bisa menambah pundi-pundi pemasukan yang dapat dihasilkan oleh warga, salah satunya sebagai pupuk organic cair (POC).
Oleh karena itu Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana mengolah sampah organik menjadi pupuk organik cair (POC).
Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan oleh empat mahasiswa Teknik Industri dari Universitas Pamulang, yaitu Ilham Nugraha, Muhammad Anik Baehaqi, Sariman, dan Zulfikar. Lokasi yang dijadikan tempat pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yakni pemukiman masyarakat Kampung Ciletuh Ilir Rt. 02/ Rw. 04 Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Minggu, 21 Mei 2023.
Dalam kegiatan pengabdian ini, masyarakat penduduk Kampung Ciletuh Ilir yang dihadiri ibu-ibu diberikan teori pengetahuan tentang bagaimana dasar-dasar pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga dan cara pengaplikasiannya.
Selain itu, ada juga praktek yang dilakukan seluruh anggota PKM, antara lain memberikan peragaan membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga.
Dari kegiatan ini, diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan bagi masyarakat sehingga dapat menciptakan produk pupuk organik cair sesuai kebutuhan.
Berikut ini prosedur pembuatan pupuk organik cair dari limbah sampah organic.
Siapkan alat dan bahan bakunya, yaitu:
Alat:
Ember/ wadah bekas (ukuran sesuai kebutuhan)
Timbangan digital (opsional)
Pisau
Talenan
Kain kasa/saringan
Bahan:
– Sampah-sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, nasi basi, tulang ikan, daging busuk, cangkang telur, dan lain-lain. – Bahan bisa didapatkan dari limbah rumah tangga atau mengais sisa-sisa sayuran di pasar sayur.
– Kemudian cincang atau cacah semua sampah hijau seperti sisa sayuran, sayuran basi, dan sebagainya.
– Siapkan tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok ukuran 25 kilogram (kg), lengkap dengan tutupnya. Siapkan pula kantong plastik dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.
– Larutkan 500 ml air, 3 tutup botol molase dan 1 tutup botol EM4, lalu aduk hingga merata.
– Tambahkan larutan tersebut ke dalam wadah berisi bahan-bahan organik, lalu aduk kembali sampai tercampur rata.
– Tutup rapat dan simpan wadah di tempat kering dan sejuk dengan suhu dalam rumah selama 14 hari.
– Buka wadah setiap hari untuk mengeluarkan gas sisa fermentasi, lalu aduk dan tutup kembali sampai rapat.
– Setelah 14 hari, pisahkan cairan pupuk dan ampasnya. Proses ini bisa dilakukan dengan penyaringan menggunakan kain kasa atau saringan.
Cara pengaplikasikan POC pun cukup mudah. Dapat langsung dimanfaatkan dengan cara penyiraman atau penyemprotan. Untuk aplikasi pada tanaman, perbandingan yang biasa digunakan 1:40 (1 gelas POC dicampur 40 gelas air) untuk tanaman muda dan jenis sayur-sayuran.
Untuk tanaman buah atau tanaman yang sudah tua takaran bisa menggunakan perbandingan 1:20. Komposisi ini bisa berubah-rubah sesuai lokasi dan jenis pupuk yang dibuat, pemupukan dilakukan setiap tiga hari sekali, atau bisa juga mengaplikasikan seminggu sekali saja. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, penyiraman baiknya dilakukan pada pagi hari antara jam 7-8 pagi, agar zat yang terkandung pada POC tersebut dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman dalam proses fotosintesis.
Kegiatan pengabdian ini diakhiri dengan apresiasi dari para peserta yang mana dari awal kegiatan animo para peserta terlihat tinggi ditandai dengan antusiasme warga yang mengikuti pelatihan dari awal pelaksanaan hingga akhir.
Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat dapat membuat sendiri pupuk organik cair dari limbah rumah tangga untuk upaya mengurangi penumpukan sampah.
Penulis:
Ilham Nugraha
Muhammad Anik Baehaqi
Sariman
Zulfikar
Fakultas Teknis Industri Universitas Pamulang
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.







