TANGSELXPRESS – Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA minta standar keamanan stadion dipisah. Artinya, dalam hal ini FIFA meminta polisi dan petugas keamanan, pendukung dan pemain dipisahkan sebelum, selama, dan setelah pertandingan sepak bola digelar di Indonesia.
Permintaan FIFA itu merupakan salah satu jawaban atas permintan Pemerintah Indonesia dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pasca peristiwa terbunuhnya ratusa orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022 lalu.
Seperti diketahui, dalam peristiwa ratusan orang meninggal di Stadion Kanjuruhan terjadi usai pertandingan antara Persebaya vs Arema FC. Dalam peertandingan derby Jawa Timur tersebut dengan skor akhir Persebaya 3 dan Arema FC 2, Senin 10 Oktober 2022.
“Melihat kembali secara komprehensi dan meningkatkan standar keselamatan semua stadion nasional, stadion internasional, dan fasilitas terkait di Indonesia yang harus segera dilakukan. Fokus khusus harus ditempatkan pada arus pemisahan polisi dan petugas keamanan, pendukung dan pemain sebelum, selama, dan setelah pertandingan,”’ terang Presiden FIFA Gianni Infantino.
“Tinjauan lengkap dan peningkatan sistem keamanan di sekitar stadion dan fasilitas juga harus diselesaikan,”jelas Gianni Infantino.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam peristiwa maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur menelan korban ratusan orang. Diantaranya 131 orang meninggal dunia dan 547 orang mengalami luka-luka usai laga Pesebaya vs Arema FC.







