TANGSELXPRESS – Polisi menarik seluruh kartu mainan anak dengan barcode situs judi online yang sempat beredar di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Kapolsek Pinang Polres Metro Tangerang Kota Iptu Tapril mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, para penjual tidak mengetahui adanya barcode yang terhubung ke situs judi.
“Berdasarkan keterangan pengecer, dia mendapat dari agen yang dibeli dari Pasar Bengkok dan Pasar Lembang. Keterangan agen itu membeli di Pasar Pagi, Jakarta Barat, satu renceng dia beli Rp 6.000 dan dijual Rp 8.000 ke pengecer,” ungkap Tapril Kamis (29/9).
Tapril menambahkan, para penjual juga tidak mengerti kegunaan barcode yang terpasang, sampai akhirnya ada salah satu orang tua yang menyadari bahwa barcode tersebut terhubung ke situs judi. Penjual mengaku hanya menjual mainan yang sedang digandrungi anak-anak tersebut.
Tapril memastikan, situs yang terhubung tidak mudah diakses oleh anak-anak. Situs hanya bisa dibuka menggunakan VPN dan juga harus menginput data diri dan rekening bank.
“Kalau yang bisa terakses online, dia harus memberikan data berupa nama sampai nomor rekening, itu kalau yang HP-nya pernah digunakan untuk judi online. Tapi barcode kadang semuanya banyak yang enggak bisa, baik dari lidik kami dan keterangan pengecer,” terangnya.
Dia mengungkapkan, saat dilakukan penyelidikan langsung oleh Krimsus Polres Metro Tangerang Kota, petugas juga kerap kali gagal mengakses situs dalam barcode itu.
Polisi juga memastikan kalau mainan bergambar itu diduga berasal dari China yang dijual bebas di sentra penjual mainan Pasar Pagi, Jakarta Barat.







