• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home MOTIVASI & INSPIRASI

Dari Tungku Kayu Bakar, Tempe Khoiri Kini Menghidupi Tiga Dapur MBG

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Agustus 15, 2026
in MOTIVASI & INSPIRASI, NEWS
Reading Time: 3min read
Dari Tungku Kayu Bakar, Tempe Khoiri Kini Menghidupi Tiga Dapur MBG

Foto: Badan Gizi Nasional

276
SHARES
2.8k
VIEWS

TANGSELXPRESS- Pagi belum benar-benar datang ketika asap tipis mulai mengepul dari tungku kayu bakar di rumah produksi milik Khoiri Rosyidin. Di sudut ruangan sederhana itu, pria berusia 40 tahun tersebut sibuk mengaduk dan mencuci kedelai dalam dandang besar. Sementara sang istri, Sisika, menyiapkan tahapan produksi berikutnya.

Bagi pasangan suami istri itu, hari-hari hampir selalu dimulai sebelum matahari terbit. Aroma kedelai rebus, panas tungku, dan suara mesin penggiling telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak memulai usaha tempe pada 2009.

Dari usaha rumahan tersebut, tempe yang dahulu hanya dipasarkan ke pasar dan warung sekitar kini mampu memenuhi kebutuhan tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dulu paling produksi 40 kilo sekali bikin untuk dijual ke pasar dan warung,” ujar Khoiri.

Kini produksinya meningkat berkali-kali lipat. Dalam satu kali produksi, mereka dapat menghabiskan hingga 150 kilogram kedelai untuk memenuhi permintaan dapur SPPG.

Berawal dari Usaha Rumahan

Perjalanan Khoiri dan Sisika membangun usaha tempe tidak berlangsung singkat. Selama bertahun-tahun, keduanya menjalani usaha dengan ritme sederhana.

BACA JUGA :  BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ini Alasannya

Tempe diproduksi sendiri untuk kemudian dijual ke pasar tradisional dan warung-warung sekitar dengan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per potong.

Seluruh proses produksi dikerjakan berdua, mulai dari membersihkan kedelai, merebus, menggiling, memberikan ragi, hingga mengemas tempe.

Bagi Khoiri, menjaga kualitas merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Ia bahkan masih mempertahankan proses perebusan kedelai menggunakan tungku kayu bakar.

Menurutnya, penggunaan kayu bakar memberikan cita rasa yang berbeda dibandingkan proses menggunakan kompor biasa.

“Kita pake bahan bakarnya kayu karena kayu kan di sini masih banyak, dari rasa kan juga lebih enak,” katanya.

Namun, ada satu tahapan yang mendapat perhatian khusus dari Khoiri, yakni proses pencucian kedelai.

Untuk memastikan kebersihan bahan baku, ia memilih turun tangan langsung. Air yang digunakan berasal dari sumber mata air.

“Kalau pencuciannya tidak bersih, kualitas tempenya pasti kurang bagus,” ujar Khoiri.

Kesempatan Datang dari Program MBG

Kesempatan untuk menjadi pemasok dapur MBG datang secara tidak terduga.

Awalnya, Sisika mendapatkan informasi dari seorang teman bahwa dapur SPPG membuka peluang kerja sama dengan pelaku UMKM lokal.

BACA JUGA :  KPK Temukan Info MBG Dikurangi Jadi Rp8.000, Begini Respon Istana

Keduanya kemudian mencoba menawarkan tempe hasil produksinya.

“Awalnya cuma coba-coba, nggak berharap banyak,” kata Sisika.

Namun, setelah sampel tempe dikirimkan, pihak dapur SPPG memberikan sejumlah catatan. Salah satunya terkait penggunaan ragi agar hasil fermentasi tempe sesuai dengan standar yang dibutuhkan.

Tempe juga diminta dibuat lebih padat dan rapi.

Sebelumnya, Khoiri biasa menggunakan dua sendok makan ragi untuk setiap 10 kilogram kedelai. Untuk memenuhi kebutuhan MBG, takaran tersebut dikurangi menjadi sekitar satu setengah sendok makan.

Khoiri kemudian mengikuti seluruh masukan tersebut dan menyesuaikan proses produksinya.

Kesempatan itu akhirnya membuahkan hasil. Pada 14 April 2025, tempe produksi Khoiri dan Sisika resmi diterima untuk menyuplai dapur MBG.

Sejak saat itu, skala usaha mereka berkembang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Produksi Meningkat, Warga Sekitar Ikut Dilibatkan

Jika sebelumnya mereka memproduksi sekitar 240 kilogram kedelai dalam satu minggu untuk memenuhi kebutuhan pasar, kini satu kali pengiriman ke dapur MBG saja dapat mencapai 150 kilogram.

Pengiriman tersebut bahkan bisa dilakukan hingga tiga kali dalam sepekan.

Meningkatnya permintaan membuat Khoiri dan Sisika tidak lagi mampu mengerjakan seluruh proses produksi hanya berdua.

BACA JUGA :  Sempat Berhenti, Mitra MBG Kalibata Bakal Beroperasi Kembali

Mereka kemudian mulai melibatkan warga sekitar untuk membantu sejumlah tahapan produksi.

“Kadang tidak sanggup kalau dikerjakan berdua saja,” ujar Sisika.

Bagi pasangan tersebut, perkembangan usaha bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga sekitar untuk ikut mendapatkan penghasilan dari aktivitas produksi tempe.

Menjaga Kualitas Jadi Tantangan

Di tengah perkembangan usaha yang semakin besar, Khoiri mengaku tantangan terbesar justru terletak pada menjaga kualitas produk agar tetap konsisten.

Produksi dalam jumlah besar membutuhkan ketelitian pada setiap tahapan, mulai dari pemilihan dan pencucian kedelai hingga proses fermentasi.

Meski demikian, di balik kesibukan tersebut terselip kebanggaan bagi Khoiri dan Sisika.

Tempe yang selama bertahun-tahun hanya dikenal di pasar dan warung sekitar kini menjadi bagian dari menu yang disajikan melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Bagi mereka, perjalanan dari rumah produksi sederhana dengan tungku kayu hingga menjadi pemasok dapur MBG menjadi bukti bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan ketekunan dan menjaga kualitas dapat berkembang sekaligus memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.(Sumber: BGN)

Tags: Dapur MBGKhoiri Rosyidinkisah UMKMpemasok MBGpengusaha tempeprodusen tempe MBGProgram Makan Bergizi GratisSPPGtempe lokaltempe untuk MBGUMKM Naik KelasUMKM tempe MBGusaha tempe rumahan
Previous Post

Doorprize Umrah bagi Pelanggan Setia FIFGROUP di Hajatan Cabang Syariah 2026

Next Post

Bahasa Inggris Wajib untuk Siswa SD Mulai 2027, Dimulai Kelas 3

Related Posts

Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara
DAERAH

Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara

Oktober 21, 2026
2.4k
Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut
ADVERTORIAL

Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut

Oktober 21, 2026
2.5k
BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
NASIONAL

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Oktober 21, 2026
2.4k
cuaca panas
TANGERANG SELATAN

Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini 21 Oktober 2026: Suhu Tembus 35 Derajat

Oktober 21, 2026
2.4k
Pengaruh Struktur Modal pada Nilai Perusahaan, Biaya Modal dan Harga Pasar
MOTIVASI & INSPIRASI

7 Cara Melunasi Utang Lebih Cepat Tanpa Mengorbankan Kebutuhan Sehari-hari

Oktober 20, 2026
2.4k
Agnez Mo Main Film Bareng Nicolas Cage, Syuting Dimulai November 2026
SELEBRITI

Agnez Mo Main Film Bareng Nicolas Cage, Syuting Dimulai November 2026

Oktober 20, 2026
2.4k
Next Post
Terkait Usulan Gibran tentang UU Perlindungan Guru, Mendikdasmen Beri Penjelasan Begini

Bahasa Inggris Wajib untuk Siswa SD Mulai 2027, Dimulai Kelas 3

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com