TANGSELXPRESS – Dampak kemarau panjang di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin dirasakan masyarakat. Krisis air bersih di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, terus meluas hingga kini telah berdampak pada 162 kepala keluarga (KK) yang tersebar di delapan titik.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha, mengatakan hingga Jumat (24/7/2026) total air bersih yang telah didistribusikan kepada warga mencapai 73.100 liter.
“Jumlah total terdampak hingga hari ini sebanyak 162 KK. Sedangkan jumlah air bersih terdistribusi sekitar 73.100 liter,” ujar Essa.
Delapan titik terdampak berada di RT 02/RW 01, RT 04/RW 02, RT 01/RW 02, RT 13/RW 05, RT 03/RW 01, RT 06/RW 02, RT 12/RW 05, dan RT 05/RW 02 di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.
Sementara itu, pendistribusian air bersih saat ini difokuskan di beberapa lokasi yang mengalami kekurangan pasokan, yakni RT 01/RW 01, RT 12/RW 05, RT 04/RW 02, RT 05/RW 02, dan RT 06/RW 02.
Menurut Essa, distribusi bantuan air bersih merupakan hasil kolaborasi berbagai instansi dan perusahaan.
BPBD Kota Tangerang Selatan telah menyalurkan 18.050 liter air bersih. Bantuan juga berasal dari Perumda Air Minum Tirta Kerta Raharja/Tirta Traya Cisadane (sesuai keterangan BPBD), Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), serta PT Sinar Mas Land BSD.
Untuk mempercepat penyaluran, sejumlah armada tangki dikerahkan, antara lain truk tangki Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangerang Selatan berkapasitas 4.000 liter, truk tangki BBWSCC berkapasitas 8.000 liter, truk tangki PT Sinar Mas Land BSD berkapasitas 5.000 liter, serta mobil pikap dengan toren milik PMI Kota Tangerang Selatan berkapasitas 1.050 liter.
Wilayah Terdampak Terus Bertambah
Kondisi kekeringan di Kelurahan Keranggan memang terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, pada 18 Juli 2026, BPBD Kota Tangerang Selatan mencatat hanya tiga titik yang mengalami krisis air bersih. Namun, jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi empat titik sehingga distribusi bantuan air bersih kembali dilakukan.
Saat itu, bantuan air bersih disalurkan ke RT 02/RW 01, RT 04/RW 02, RT 11/RW 04, dan RT 13/RW 05.
Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan, Coky Harianto, mengatakan penambahan titik distribusi menjadi indikator meluasnya dampak kekeringan di wilayah tersebut.
“Awalnya tiga titik, sekarang bertambah menjadi empat titik,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD saat itu mendistribusikan sekitar 5.000 liter air bersih ke lokasi terdampak.
Warga Diimbau Bijak Menggunakan Air
BPBD Kota Tangerang Selatan mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat selama musim kemarau masih berlangsung. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat kelurahan atau BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan distribusi dapat segera dilakukan.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama sejumlah mitra akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan dan memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi warga yang terdampak.







