JAKARTA – Tiga unjuk rasa berskala besar berlangsung di sejumlah lokasi di Jakarta Pusat pada Senin, 22 Juni. Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan keamanan selama kegiatan berlangsung, kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional di kawasan Monas, Patung Kuda, hingga Gedung DPR/MPR.
Sebanyak 3.761 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran polsek diterjunkan guna mengamankan seluruh rangkaian aksi tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Erlyn Sumitro, menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Langkah ini akan dilakukan apabila terjadi kepadatan kendaraan maupun penumpukan massa di sekitar lokasi aksi.
“Rekayasa lalu lintas akan kami terapkan secara situasional. Jika terjadi kepadatan atau diperlukan pengalihan arus di sekitar titik aksi, petugas akan segera mengambil tindakan dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta unjuk rasa dan seluruh pengguna jalan,” ujar Erlyn, dikutip Senin, 22 Juni.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak kepolisian, aksi pertama dilakukan oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di kawasan Monas mulai pukul 10.00 WIB. Kemudian, Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA) juga menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR sekitar pukul 11.00 WIB.
Sementara itu, aksi dengan jumlah peserta terbesar dipusatkan di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sekitar 50 ribu peserta yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta dijadwalkan mengikuti aksi damai untuk memberikan dukungan terhadap kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jumlah massa yang besar diperkirakan akan memengaruhi kondisi lalu lintas di kawasan pusat pemerintahan dan sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Pusat. Aparat juga mengantisipasi potensi perlambatan kendaraan akibat mobilisasi peserta aksi serta meningkatnya volume kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
Erlyn menegaskan bahwa pengerahan ribuan personel bertujuan menjaga ketertiban dan memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan lancar tanpa menghambat aktivitas masyarakat.
“Kehadiran anggota di lapangan semata-mata untuk melayani dan memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, serta tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi,” katanya.
Masyarakat yang berencana melintasi kawasan Monas, Patung Kuda, dan Gedung DPR/MPR diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan serta memperhitungkan kemungkinan terjadinya kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung.







