• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 6 Mei, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Dari Sisa Makanan Jadi Cuan, BRIN Sebut Limbah MBG Bisa Bernilai Ekonomi

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Mei 6, 2026
in EKONOMI, NEWS
Reading Time: 3min read
Dari Sisa Makanan Jadi Cuan, BRIN Sebut Limbah MBG Bisa Bernilai Ekonomi
266
SHARES
2.2k
VIEWS

JAKARTA – Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Kesehatan dan Gizi Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional, Basuki Rachmat, mengajukan sejumlah gagasan inovatif untuk menangani limbah dari program makan bergizi gratis (MBG) agar lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Basuki menjelaskan, limbah makanan dari program tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi sumber energi melalui pemanfaatan teknologi modern.

“Teknologi pirolisis, gasifikasi, pencernaan anaerobik, dan hidrotermal karbonisasi mampu mengubah limbah organik menjadi produk bernilai, seperti biogas, biochar, serta energi listrik,” kata Basuki, Selasa (5/5/2026). Dikutip dari http://beritasatu.com

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut memungkinkan limbah organik tidak lagi hanya menjadi sampah, tetapi bisa diubah menjadi produk dengan nilai tambah seperti energi alternatif dan bahan pendukung pertanian.

BACA JUGA :  Pemerintah Tutup SPPG Bermasalah Usai Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Selain teknologi modern, Basuki menilai metode pengolahan sederhana tetap relevan, khususnya untuk skala kecil dan komunitas.

“Pengolahan limbah dapat dilakukan melalui proses komposting, penggunaan bioaktivator, serta pemanfaatan larva black soldier fly (BSF) yang efektif mengonversi limbah menjadi pakan ternak dan pupuk,” katanya.

Ia menegaskan, pemilihan metode pengolahan limbah harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kapasitas yang dimiliki. Setiap teknologi memiliki keunggulan, biaya, dan tingkat efektivitas yang berbeda, sehingga perlu mempertimbangkan skala pengelolaan, jenis limbah, serta sumber daya yang tersedia.

Basuki juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah pangan secara optimal. Selain membantu mengurangi dampak lingkungan, langkah ini dinilai mampu menciptakan manfaat ekonomi yang nyata.

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Siapkan Payung, Hujan Merata di Semua Wilayah

“Jika dikelola dengan baik, limbah pangan dapat diubah menjadi energi maupun pupuk, sekaligus menekan emisi dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengelolaan limbah dari program MBG perlu diperkuat melalui pemanfaatan teknologi terkini dan penerapan konsep ekonomi sirkular. Dengan pendekatan tersebut, sisa makanan tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna tinggi.

Basuki mengungkapkan, produksi limbah pangan di Indonesia mencapai sekitar 23 hingga 48 juta ton setiap tahun. Sebagian besar berasal dari sektor rumah tangga dan membawa dampak besar terhadap aspek lingkungan, ekonomi, hingga sosial.

Karena itu, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle, dan recover dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan jumlah limbah sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sumber daya.

BACA JUGA :  KTT G20 Resmi Dimulai, Ini Nama-Nama Pemimpin Negara yang Hadir

“Dengan pendekatan tersebut, limbah tidak lagi dipandang sebagai sisa, melainkan sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan kembali,” kata Basuki Rachmat.

Tags: BRINMBG
Previous Post

Geger! Setelah 20 Tahun, Ahmad Dhani Ungkap Penyebab Perceraian dengan Maia Estianty

Next Post

10 WNI Tersandung Kasus Haji Ilegal, Kemenhaj Tegaskan Tak Ada Intervensi

Related Posts

Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang
ADVERTORIAL

Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang

Mei 6, 2026
3.9k
10 WNI Tersandung Kasus Haji Ilegal, Kemenhaj Tegaskan Tak Ada Intervensi
NASIONAL

10 WNI Tersandung Kasus Haji Ilegal, Kemenhaj Tegaskan Tak Ada Intervensi

Mei 6, 2026
2.2k
Geger! Setelah 20 Tahun, Ahmad Dhani Ungkap Penyebab Perceraian dengan Maia Estianty
SELEBRITI

Geger! Setelah 20 Tahun, Ahmad Dhani Ungkap Penyebab Perceraian dengan Maia Estianty

Mei 6, 2026
2.1k
Resep Tahu Kekinian untuk Makan Siang: Praktis, Murah, tapi Rasanya Mewah!
KULINER

Resep Tahu Kekinian untuk Makan Siang: Praktis, Murah, tapi Rasanya Mewah!

Mei 6, 2026
2k
Cukup 30 Menit, Jalan Kaki Ternyata Bisa Bantu Turunkan Hipertensi
KESEHATAN

Cukup 30 Menit, Jalan Kaki Ternyata Bisa Bantu Turunkan Hipertensi

Mei 6, 2026
2.2k
Pemkot Tangsel Tangani Polusi Udara dengan Shared Responsibility hingga Ekosistem Kendaraan Listrik untuk Masa Depan
TANGERANG SELATAN

Pemkot Tangsel Tangani Polusi Udara dengan Shared Responsibility hingga Ekosistem Kendaraan Listrik untuk Masa Depan

Mei 6, 2026
2.9k
Next Post
10 WNI Tersandung Kasus Haji Ilegal, Kemenhaj Tegaskan Tak Ada Intervensi

10 WNI Tersandung Kasus Haji Ilegal, Kemenhaj Tegaskan Tak Ada Intervensi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com