• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 7 Mei, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Membangun Generasi Harmonis Lewat Permainan Tradisional

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Agustus 16, 2025
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Membangun Generasi Harmonis Lewat Permainan Tradisional

Foto: Freepik via RRI

334
SHARES
3.7k
VIEWS

PADA akhir tahun 1990-an, berbagai jenis permainan tradisional seperti congklak, gasing, petak umpet, dan layang-layang telah menjadi pilihan utama bagi anak-anak di Indonesia. Selain berfungsi sebagai sumber hiburan, permainan-permainan ini juga memiliki kontribusi yang signifikan dalam pengembangan keterampilan motorik anak, pembentukan nilai-nilai sosial, serta mendorong terjadinya interaksi antar generasi yang melibatkan anak-anak, orangtua, dan anggota keluarga lainnya.

Pada periode tersebut, permainan tradisional berfungsi sebagai salah satu media utama bagi anak untuk belajar bersosialisasi dan memahami norma-norma sosial yang berlaku, sebelum adanya dominasi teknologi digital yang mulai merambah secara luas.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, khususnya sejak awal tahun 2000-an, penetrasi teknologi dan internet mulai membawa perubahan yang drastis dalam cara anak-anak bermain.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2018), sekitar 60% anak-anak di Indonesia sudah mengakses internet, yang menyebabkan permainan daring mulai mengambil alih peran permainan tradisional dalam kehidupan sehari-hari anak.

Pergeseran ini tidak hanya mengakibatkan berkurangnya interaksi sosial secara langsung, tetapi juga mengurangi kesempatan bagi anak-anak untuk memperkuat hubungan antargenerasi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dan pendidik dalam upaya mempertahankan keberlangsungan nilai-nilai sosial dan budaya yang biasanya ditanamkan melalui permainan tradisional.

Dengan demikian, fenomena ini menunjukkan pentingnya perhatian yang lebih besar terhadap pengaruh teknologi terhadap pola bermain anak dan implikasinya terhadap perkembangan sosial mereka. Penting bagi orang tua dan pendidik untuk menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan permainan tradisional, agar anak-anak tidak hanya terpapar pada dunia digital, tetapi juga tetap terhubung dengan warisan budaya yang telah ada sebelumnya.

BACA JUGA :  Menumbuhkan Etika dalam Hubungan Kerja dan Interaksi Sehari-hari

Sebagai tanggapan terhadap berkurangnya praktik permainan tradisional, berbagai komunitas mulai bermunculan dengan tujuan untuk menghidupkan kembali budaya bermain. Salah satu contohnya adalah Komunitas Bermain (@komunitasbermain) yang memiliki lebih dari 54 ribu pengikut aktif.

Komunitas ini secara rutin mengadakan kegiatan bermain di ruang publik, termasuk taman kota dan area olahraga, yang melibatkan peserta dari berbagai rentang usia. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menekankan pentingnya interaksi fisik serta komunikasi antar generasi. Keterlibatan aktif dari komunitas ini mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya lokal, sekaligus meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap nilai-nilai tradisional (Handayani, 2021).

Walaupun menghadapi tantangan seperti biaya sewa lokasi publik atau keterbatasan akses, semangat untuk melestarikan tetap tinggi berkat kerjasama yang erat di antara anggota.

Aktivitas komunitas ini menekankan pendidikan keterampilan sosial melalui permainan fisik, menyediakan ruang untuk interaksi langsung di tengah dominasi perangkat digital. Pendekatan ini berkontribusi pada pemulihan nilai sosial dari permainan tradisional dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Digitalisasi Permainan Tradisional

Selain peran masyarakat, pemerintah juga berperan aktif dalam mendukung pelestarian permainan tradisional melalui inisiatif digitalisasi. Beberapa aplikasi seperti Congklak kini memungkinkan anak-anak untuk menikmati permainan tradisional tanpa harus menggunakan papan fisik, memanfaatkan tren digital yang telah meluas di kalangan anak-anak dan remaja (APJII, 2022).

BACA JUGA :  Teknik Komunikasi Bisnis

Permainan tradisional lainnya, seperti Gobak Sodor, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi permainan daring multiplayer, sehingga interaksi sosial tetap terjaga meskipun dilakukan secara virtual. Penelitian oleh Wulandari & Anggraini (2021) menekankan bahwa pengintegrasian elemen sosial ke dalam permainan digital dapat mendorong partisipasi anak dalam upaya pelestarian budaya.

Kegiatan nyata juga dilaksanakan untuk mendukung promosi permainan tradisional. Contohnya, pada Car Free Day di Jakarta, 20 Juli 2025, diadakan pameran yang menampilkan 20 jenis permainan tradisional disertai dengan workshop, melibatkan berbagai kementerian serta komunitas untuk merayakan Hari Anak Nasional.

Selain itu, Kementerian Ekonomi Kreatif memperkenalkan permainan papan lokal di Bundaran HI, dengan penekanan pada nilai-nilai kebangsaan, keberagaman, dan kolaborasi (Republika, 2025). Dukungan dari pemerintah serta upaya digitalisasi ini berperan penting dalam memastikan bahwa permainan tradisional tetap relevan dan dapat diakses oleh generasi muda yang sudah terbiasa dengan teknologi.

Promosi permainan tradisional dapat dilakukan melalui berbagai saluran, seperti festival budaya, media sosial, dan integrasi ke dalam kurikulum pendidikan. Festival yang diadakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan pada tahun 2022 di Jakarta berhasil menarik lebih dari 10.000 peserta, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pelestarian budaya. Media sosial seperti TikTok dan YouTube juga terbukti efektif dalam memperkenalkan tutorial atau tantangan permainan tradisional.

Menurut laporan YouGov Indonesia (2023), 62% generasi muda menunjukkan minat untuk mencoba aktivitas baru setelah melihat konten terkait di platform digital tersebut.
Integrasi permainan tradisional dalam proses pembelajaran di sekolah dapat membantu pengembangan karakter siswa, termasuk aspek kerjasama, toleransi, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Selain itu, sektor swasta juga mulai mengimplementasikan permainan tradisional dalam program pengembangan karyawan, seperti lomba bakiak, tarik tambang, dan engklek, untuk memperkuat kerjasama, membangun kepercayaan, serta menciptakan budaya perusahaan yang harmonis.

BACA JUGA :  Mengenal Apa Itu Kontinjensi Bank

Langkah ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai lokal yang kaya, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan kolaboratif.

Permainan tradisional memiliki potensi yang signifikan sebagai penghubung antar generasi. Selain berfungsi sebagai sumber hiburan, permainan ini juga berperan sebagai sarana pendidikan, komunikasi, dan pelestarian budaya.

Dukungan dari masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, serta sektor swasta sangat penting agar permainan tradisional tetap relevan dan mampu beradaptasi di zaman modern. Rachmawati (2021) menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam usaha pelestarian permainan tradisional untuk memastikan bahwa warisan budaya tetap terjaga.
Kerja sama antara berbagai pihak ini menciptakan lingkungan yang mendukung keberlangsungan permainan, mendorong inovasi dalam pengembangan dan penyampaian, serta memperkaya budaya setempat.

Dengan cara ini, anak-anak dapat belajar dan berkembang sambil memahami nilai-nilai dan tradisi yang ada dalam permainan tradisional. Pendekatan ini membuat permainan tradisional tetap relevan di era digital dan memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan, sekaligus memastikan keberlanjutan budaya dan nilai-nilai sosial yang telah ada sejak lama. (*)

Penulis:

Endra
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi
Universitas Sahid Jakarta

Tags: Digitalisasi Permainan Tradisionalpermainan tradisional
Previous Post

BRI Gelar Consumer Expo 2025 di Bandung, Hadirkan Suku Bunga KPR Ringan Mulai 2,40%

Next Post

Selama Dua Hari Naik Angkutan Umum Jakarta Hanya Rp80, Catat Tanggalnya!

Related Posts

Dinamika Lingkungan Sosial dalam Mendorong Keberhasilan Usaha Jajanan Kaki Lima: Perspektif Ekonomi Manajerial 
DUNIA KAMPUS

Dinamika Lingkungan Sosial dalam Mendorong Keberhasilan Usaha Jajanan Kaki Lima: Perspektif Ekonomi Manajerial 

Mei 6, 2026
2.9k
Transformasi Digital dan Peramalan Permintaan: Strategi Es Teh Indonesia Menghadapi Persaingan Bisnis Minuman Kekinian
DUNIA KAMPUS

Transformasi Digital dan Peramalan Permintaan: Strategi Es Teh Indonesia Menghadapi Persaingan Bisnis Minuman Kekinian

Mei 6, 2026
2.9k
Analisis Pengambilan Keputusan Manajerial dalam Menentukan Strategi Harga pada Perusahaan Ritel di Indonesia
DUNIA KAMPUS

Analisis Pengambilan Keputusan Manajerial dalam Menentukan Strategi Harga pada Perusahaan Ritel di Indonesia

Mei 6, 2026
2.1k
Analisis Lingkungan Bisnis dan Ekonomi terhadap Keberlangsungan Usaha UMKM Kuliner Modern
DUNIA KAMPUS

Analisis Lingkungan Bisnis dan Ekonomi terhadap Keberlangsungan Usaha UMKM Kuliner Modern

Mei 6, 2026
2.1k
Analisis Lingkungan Bisnis Industri e-Commerce Indonesia
DUNIA KAMPUS

Analisis Lingkungan Bisnis Industri e-Commerce Indonesia

Mei 5, 2026
3k
Dari Untung ke Rugi: Bagaimana Lingkungan Bisnis Mengubah Segalanya
DUNIA KAMPUS

Dari Untung ke Rugi: Bagaimana Lingkungan Bisnis Mengubah Segalanya

Mei 5, 2026
2.8k
Next Post
Asyik, Naik Transjakarta Hingga MRT Cuma Rp1 Pada 22 Juni 2025

Selama Dua Hari Naik Angkutan Umum Jakarta Hanya Rp80, Catat Tanggalnya!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com