PANDEGLANG – Pemandangan menyedihkan tergambar dari SD Negeri Curug 1 yang berlokasi di Kampung Curug, Desa Curug, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Yah, sejak dibangun pada akhir 2016, dua ruang kelas yang digunakan untuk siswa kelas 3 dan 5 masih beralaskan tanah.
Dikutip dari Beritasatu.com, kondisi bangunan sekolah tersebut sangat memprihatinkan. Plafon mulai rusak dan menggantung di beberapa titik, sementara dinding kelas terlihat retak dan tidak kokoh.
Ruang belajar tak memiliki keramik atau lapisan semen, hanya tanah keras yang menjadi alas para siswa dalam menimba ilmu.
Meski fasilitas sangat terbatas dan jauh dari kata layak, para siswa tetap antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Mereka duduk di kursi reyot, menulis di meja usang, dan belajar di bawah atap yang sewaktu-waktu bisa ambruk.
Ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman justru menyimpan potensi bahaya.
Salah satu siswi kelas 5 bernama Dina Lutfiah mengaku tak nyaman belajar di kelas tersebut, terutama saat musim hujan dan kemarau.
“Saya belajar seperti ini enggak nyaman, karena lantainya belum dikeramik. Kalau musim hujan becek, kalau musim kemarau berdebu,” kata Dina saat ditemui di sela-sela kegiatan belajar, Kamis (7/8/2025).
Dina pun menyampaikan harapannya agar sekolahnya dapat segera diperbaiki supaya lebih layak.
Guru SDN Curug 1, Apip Wirawan, membenarkan bahwa kondisi tersebut sudah terjadi hampir satu dekade.
“Jadi untuk dua kelas itu pembangunannya dari tahun 2016 akhir. Bangunannya masih beralaskan tanah, plafonnya juga baru sebagian, dan dinding belum diplester,” jelas Apip.
Ia menambahkan, pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah daerah, tetapi hingga kini belum ada tanggapan.
“Kami sangat berharap agar ruang kelas ini bisa segera selesai dibangun agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ungkapnya.







