• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Dokter Konsumen

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
Mei 2, 2025
in NEWS, OPINI
Reading Time: 2min read
disway dokter konsumen

Dahlan Iskan saat mengunjungi Bali International Hospital di Sanur, Bali. Foto: Tomy Gutomo/Harian Disway

67
SHARES
1.6k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

 

Hari terus berganti tanggal. Pekerjaan begitu menumpuk. Lima rumah sakit vertikal sudah jadi. Semuanya kelas triliun rupiah.

Sempatkah Menkes Budi Gunadi Sadikin membangun ”isi” dan sistemnya? Di lima rumah sakit itu sekaligus? Membangun ”isi” sejak dari nol? Berapa lama?

Menkes seorang sarjana nuklir yang ahli keuangan. Ia tahu apa itu ICOR. Ia tahu: kalau rumah sakit itu tidak segera ”produktif” maka ratio ICOR-nya buruk. Negara ini terlalu banyak investasi yang menghasilkan ICOR yang buruk.

Kalau sampai satu tahun lagi produktivitas rumah sakit triliun itu belum baik citra Menkes akan jatuh. Ia akan dapat peneguhan bahwa bukan dokter tidak tahu bagaimana membangun rumah sakit. Apalagi kalau alat-alat canggih di dalamnya jarang dipakai.

Saya sudah meninjau RS Vertikal yang di Sanur, Bali. Sudah 100 persen jadi. Benar-benar hebat. Fisiknya. Bangunannya. Arsitekturnya. Interiornya. Peralatannya. Yang belum ada di Jakarta pun ada di sana. Lingkungannya indah. Pohon-pohon tua nan rindang dipertahankan.

BACA JUGA :  Menkes: 241 Kasus Gangguan Ginjal Akut pada Anak, 133 Meninggal Dunia

Setidaknya yang di Bali ini harus sudah beres akhir tahun ini. Apa mungkin? Lalu yang di Surabaya. Berikutnya yang di Makassar.

Saya belum bisa membayangkan bagaimana ”mengisi” rumah sakit yang sama megahnya yang di Kupang, NTT. Juga yang di Jayapura, Papua.

Semua itu pekerjaan besar yang tidak kelihatan di mata: harus membangun manusia, membangun sistem, membangun team work, membangun budaya manajemen. Terakhir: membangun kepercayaan.

Saya hanya punya konsumen satu: perusuh Disway. Menkes punya dua jenis konsumen. Eksternal dan internal. Dua-duanya harus dibuat untuk menjadi konsumen yang loyal.

Para ahli marketing sudah berubah pikiran. ”Konsumen adalah raja” hanya bisa dicapai bila konsumen internal juga puas atas perlakuan leader.

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini: Hujan Sedang Dominasi Sejumlah Wilayah

Banyak leader berambisi memuaskan konsumen di luar sana seraya melupakan bahwa internal adalah konsumen juga.

Sulitnya, konsumen internal seorang menkes sangatlah khusus. Bukan seperti umumnya karyawan bank atau pabrik. Konsumen internal menkes lebih banyak dokter dan tenaga medis.

Tidak mudah ”menundukkan” jenis konsumen seperti dokter. Dokter adalah profesi. Bukan pekerjaan biasa. Orang yang berprofesi adalah orang yang sangat independen. Orang yang berprofesi adalah orang yang dalam jiwanya dibentuk sikap otonom: mau melakukan atau tidak mau melakukan.

Secara internal Menkes harus berurusan dengan jenis manusia seperti itu. Mereka adalah konsumen –konsumen internal. Harus dipuaskan juga.

Kadang saya pun sulit membedakan mana jiwa otonom, independen, dan arogan. Sepertinya tiga hal itu menyatu dalam sebuah jiwa profesi.

BACA JUGA :  Jadi Wakil Rakyat dari Partai Golkar, Rivo Derry Kumara Siap Bertarung di Serpong Utara

Profesi lebih taat pada kode etik dibanding ke undang-undang. Menteri lebih taat pada UU –tidak terikat pada kode etik. Ketaatan dokter pada kode etik sudah melekat sebagai tanda ia/dia berprofesi.

Sampai hari ini menkes masih punya agenda besar bagaimana memperlakukan konsumen internalnya. Terakhir muncul tantangan dari kolegium dokter anak. Konflik tidak kunjung reda. Kini logo dokter anak ditambahi pita hitam. Viral dengan luasnya.

Konflik harus berakhir. Rasanya harus ada jalan tengah. Saya tahu menkes orang yang sangat pintar, pandai, dan cerdas. Rasanya itu baru cukup untuk modal menjadi seorang menteri biasa. Untuk menteri kesehatan masih harus ditambah satu lagi: ia harus hebat!

Budi Gunadi Sadikin bisa jadi orang hebat –kalau ia bisa menundukkan dokter tapi juga tunduk pada prinsip-prinsip profesi dokter. (Dahlan Iskan)

Tags: Budi Gunadi Sadikindahlan iskandiswaymenkes
Previous Post

May Day 2025, Benyamin: Kolaborasi Kunci Kesejahteraan Pekerja di Tangsel

Next Post

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Berawan Hingga Hujan

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Berawan

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Berawan Hingga Hujan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com