TANGSELXPRESS-Ragam kejadian di musim penghujan ini, memantik perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Wanto Sugito. Dia menyampaikan prihatin atas kasus kecelakaan beruntun di tol Cipularang yang mengakibatkan sejumlah korban.
“Berangkat dari kasus itu, saya meminta agenda sekolah yang melakuan perjalanan keluar daerah untuk ditunda. Hingga menunggu cuaca membaik,” ujar Wanto Sugito menanggapi rencana kegiatan Live In SMA Negeri 7 Kota Tangerang Selatan, kemarin.
Menurutnya kabar kegiatan Live In SMA Negeri 7 Kota Tangerang Selatan ke Jogjakarta sudah diterima dari masyarakat sejak lama. Banyak diantara orang tua yang sebenarnya tidak setuju, karena alasan biaya yang relatif mahal. Selain itu juga faktor cuaca yang saat ini terjadi.
Dia menegaskan secara struktural pengawasan sekolah jenjang lanjutan merupakan kewenangan Provinsi Banten. Namun dari aspek kepesertaan yang merupakan warga Kota Tangerang Selatan, maka keterlibatan DPRD Kota Tangerang Selatan menjadi relevan.
“Yang saya kritisi adalah pengamanan bagi pelajar SMA dan guru nya. Saya minta diundur saja. Masalah ini pun sudah saya informasikan kepada PJ Gubernur Banten dan komisi V DPRD Provinsi Banten pak Yeremi yang juga diinfokan telah menghubungi Kepala Sekolah SMA tersebut tentunya,” pungkasnya.
Peneliti kebijakan publik IDP-LP, Riko Noviantoro mengapresiasi perhatian pihak DPRD Kota Tangerang Selatan. Dengan mengusulkan pembatalan atau penundaan kegiatan Live In ke Jogjakarta. Apalagi secara materi kegiatna pun tidak relevan dengan tujuannya.
Menurut Riko masih banyak model kegiatan Live In yang efektif dan efisien. Sekaligus memenuhi tujuannya. Sekaligus memberikan perlindungan keselamatan bagi peserta didik.
“Lebih baik ditunda dan dialihkan saja. Beberapa daerah juga tidak menyelenggaran Live In ke luar daerah. Ini perlu perhatian pemerintah daerah,” pungkasnya.







