• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home POLITIK

Prabu Revolusi Sebut Opini Personal Guru Besar Bukan Sikap Resmi Institusi

asyari by asyari
Februari 10, 2024
in POLITIK
Reading Time: 2min read
Prabu Revolusi Sebut Opini Personal Guru Besar Bukan Sikap Resmi Institusi
112
SHARES
249
VIEWS

TANGSELXPRESS – Dosen Komunikasi Politik Pascasarjana di Universitas Paramadina, Prabu Revolusi, menekankan pentingnya netralitas kampus dalam isu politik.

Demikian tanggapan di tengah-tengah suara kritis beberapa akademisi dan guru besar terhadap Presiden Joko Widodo mengenai kondisi demokrasi

Dia menyoroti bahwa pernyataan politik yang tidak mewakili sikap resmi kampus seharusnya dianggap sebagai pendapat pribadi. “Menurut saya, sangat tidak nyelop ketika kampus dicampur adukan dengan politik, apalagi tidak secara resmi mewakili kampus,” kata Prabu Revolusi.

Prabu menambahkan bahwa tanpa dukungan resmi dari lembaga kampus, tindakan tersebut hanya merefleksikan pandangan individu atau kelompok tertentu dari kampus.

“Jika memang gerakan gerakan itu mewakili kampus maka perlu ada lembaga yang resmi dari kampus untuk bisa menyatakan sikap dari kampus,” ucap Prabu.

BACA JUGA :  Anies Sambangi DPD PDIP Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi: Kebenaran Pasti Menang!

“Jika tidak maka ini bisa dikatakan sikap peperangan atau kumpulan perseorangan yang kebetulan memiliki afiliasi dari kampus tersebut,“ tambahnya.

Dia mengkritik praktek mengaitkan opini personal sebagai representasi sikap resmi kampus, terutama ketika pernyataan itu datang dari figur penting seperti rektor.

“Rasanya tidak fair jika membawa nama nama kampus seakan seakan mewakili sikap resmi dari kampus tersebut apalagi rektor ataupun juga pimpinan dari kampus tersebut banyak yang memberikan sanggahan bahwa entah itu petisi atau pernyataan dianggap mewakili kampus,” jelas Prabu.

Dalam kapasitasnya, Prabu menyatakan bahwa dia dan kolega lain di lingkungan akademis memiliki pandangan politik mereka sendiri dan tidak merasa terwakili oleh sikap politik kampus tertentu.

“Saya sendiri adalah sebagai pengajar dari salah satu kampus di Indonesia dan saya tidak pernah merasa terwakili dengan sikap beberapa kampus tersebut saya tentu memiliki sifat politik sendiri demikian juga teman teman civitas unika lainnya,” kata Prabu saat diwawancarai.

BACA JUGA :  Dewan Pakar Membenarkan Airlangga Mundur Sebagai Ketum Partai Golkar

Dia menyarankan agar opini politik pribadi tidak dikaitkan dengan institusi pendidikan kecuali ada pernyataan resmi dari kampus tersebut. “Maka saran saya jangan bawa nama nama kampus jika mau memberi opini politik pribadi.

Jangan mengatasnamakan kampus kecuali memang ada sikap resmi dari kampus” tandasnya.

Di sisi lain, Forum Rektor Indonesia mengeluarkan deklarasi untuk Pemilu 2024 yang damai, yang diumumkan di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, pada 3 Februari 2024.

Deklarasi ini dihadiri lebih dari seratus anggota forum dan menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam NKRI.

“Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata salah satu perwakilan Forum Rektor Indonesia saat membacakan deklarasi Pemilu aman dan damai, seperti dalam keterangan yang diterima.

BACA JUGA :  Dikira Tambang Emas padahal Ular

Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, Rektor Universitas Hasanuddin, membacakan lima poin kunci dari deklarasi tersebut, yang mencakup seruan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu yang aman dan harmonis, menolak provokasi yang merusak persatuan, melawan berita palsu dan kebencian, menggunakan hak pilih sesuai dengan nurani, dan menjaga lingkungan akademik yang kondusif.

Deklarasi ini bertujuan untuk memperkuat komitmen akademisi terhadap demokrasi dan persatuan bangsa serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu yang berintegritas.(*)

Tags: Guru BesaropiniPrabu Revolusi
Previous Post

KPU Tangsel Gandeng TNI-Polri dan Pemda untuk Pengamanan Distribusi Logistik Pemilu 2024

Next Post

Massa AMIN ‘Banjiri’ JIS Sejak Subuh, Anies: Luar Biasa

Related Posts

Golkar DKI Rutin Gelar Kegiatan Keagamaan untuk Syiar Islam
POLITIK

Golkar DKI Rutin Gelar Kegiatan Keagamaan untuk Syiar Islam

Oktober 26, 2025
275
Anugerah Jurnalistik DPR: Misbakhun Sebut Foto Jurnalis Jadi Warisan Visual Bangsa
POLITIK

Anugerah Jurnalistik DPR: Misbakhun Sebut Foto Jurnalis Jadi Warisan Visual Bangsa

September 22, 2025
4.6k
Puan Minta Maaf ke Masyarakat, Janji Benahi DPR RI
POLITIK

Puan Minta Maaf ke Masyarakat, Janji Benahi DPR RI

Agustus 29, 2025
1.4k
riko noviantoro
POLITIK

Peneliti IDP-LP Sarankan Presiden Ambil Tiga Langkah Strategis Hadapi Situasi Sosial Politik

Agustus 29, 2025
4.5k
Kritik Soal Pembubaran DPR, Ahmad Sahroni Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III
POLITIK

Kritik Soal Pembubaran DPR, Ahmad Sahroni Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III

Agustus 29, 2025
1.8k
Hanura Soroti Kasus Balita Meninggal karena Cacingan, Yunis Liana: Ini Harus Jadi Alarm Nasional Kesehatan Anak
POLITIK

Hanura Soroti Kasus Balita Meninggal karena Cacingan, Yunis Liana: Ini Harus Jadi Alarm Nasional Kesehatan Anak

Agustus 24, 2025
4.4k
Next Post
Massa AMIN ‘Banjiri’ JIS Sejak Subuh, Anies: Luar Biasa

Massa AMIN 'Banjiri' JIS Sejak Subuh, Anies: Luar Biasa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com