TANGERANG SELATAN – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir membuat suhu udara terasa lebih dingin. Kondisi ini ternyata membuat banyak orang merasa lebih cepat lapar dibandingkan biasanya.
Menurut laporan The Weather Channel, dokter Alysia Robichau menjelaskan bahwa rasa lapar saat cuaca dingin berkaitan erat dengan penurunan hormon serotonin. Hormon ini berperan penting dalam mengatur suasana hati sekaligus nafsu makan. Ketika suhu menurun, kadar serotonin dalam tubuh ikut berkurang.
Di saat yang sama, tubuh juga membutuhkan lebih banyak energi untuk menjaga suhu tetap hangat. Akibatnya, tubuh secara alami mendorong keinginan untuk mengonsumsi makanan, terutama yang hangat dan tinggi kalori. “Ini merupakan respons otomatis tubuh yang menginginkan asupan makanan berkalori lebih tinggi,” ujar Alysia.
Selain faktor hormon, rasa lapar saat cuaca dingin juga kerap dipicu oleh dehidrasi. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka kurang minum karena rasa haus cenderung berkurang saat udara dingin. Padahal, sinyal haus sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar.
Alysia menambahkan, ketika seseorang merasa lapar tanpa aktivitas yang jelas, bisa jadi tubuh sebenarnya hanya membutuhkan cairan, bukan makanan.
Meski demikian, rasa lapar di cuaca dingin tetap perlu dikendalikan. Jika dituruti tanpa kontrol, kebiasaan makan berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Oleh karena itu, penting untuk memilih makanan bergizi seimbang, terutama yang kaya serat dan protein agar energi tetap terjaga.
Tak kalah penting, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air yang cukup. Kondisi tubuh yang terhidrasi dengan baik dapat membantu mengontrol nafsu makan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.







