PERENCANAAN karir merupakan aspek penting dalam pengembangan sumber daya manusia sejak jenjang pendidikan menengah. Namun, banyak siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang belum memiliki kejelasan arah karir akibat keterbatasan pemahaman terhadap potensi diri serta ketidakmampuan menetapkan tujuan yang terstruktur.
Artikel ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan analisis diri menggunakan metode SWOT dan perumusan tujuan karir dengan pendekatan SMART Goal Setting dalam meningkatkan kesiapan perencanaan karir siswa SMA di era digital.
Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan observasi, pelatihan interaktif, dan pendampingan penyusunan peta jalan karir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kekuatan dan peluang diri, serta menyusun tujuan karir jangka pendek dan jangka panjang yang lebih realistis dan terukur. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi metode SWOT dan SMART Goals efektif sebagai strategi penguatan perencanaan karir siswa SMA.

Perkembangan dunia kerja di era digital ditandai dengan persaingan yang semakin ketat dan perubahan cepat akibat kemajuan teknologi. Kondisi ini menuntut individu untuk tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan merencanakan karir secara matang dan berkelanjutan. Pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), perencanaan karir menjadi fase krusial karena siswa berada pada masa transisi menuju pendidikan tinggi atau dunia kerja.
Berbagai studi menunjukkan bahwa ketidaksiapan karir pada remaja sering disebabkan oleh rendahnya kesadaran terhadap potensi diri dan tidak adanya tujuan karir yang jelas. Siswa cenderung mengambil keputusan berdasarkan pengaruh lingkungan, teman sebaya, atau orang tua tanpa melalui proses refleksi diri yang memadai. Akibatnya, keputusan karir yang diambil sering kali tidak selaras dengan minat dan kemampuan, sehingga berpotensi menurunkan kepuasan dan produktivitas kerja di masa depan.
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu individu mengenali kondisi internal dan eksternal secara sistematis. Sementara itu, konsep SMART Goal Setting membantu individu merumuskan tujuan yang spesifik, terukur, realistis, relevan, dan berbatas waktu. Kombinasi kedua pendekatan ini diyakini mampu menjadi kerangka berpikir yang efektif dalam membangun perencanaan karir siswa secara terarah.
Artikel ini membahas implementasi pelatihan analisis diri berbasis SWOT dan perumusan SMART Goal Setting pada siswa SMA, serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kualitas perencanaan karir siswa.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan siswa SMA sebagai subjek sekaligus partisipan aktif dalam proses kegiatan. Lokasi kegiatan bertempat di SMA Tadika Pertiwi dengan sasaran siswa kelas akhir.
Tahapan pelaksanaan meliputi: (1) observasi awal dan wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling untuk mengidentifikasi permasalahan perencanaan karir siswa; (2) penyusunan modul pelatihan analisis SWOT diri dan SMART Goal Setting; (3) pelaksanaan workshop interaktif yang terdiri atas pengenalan konsep, pengisian lembar kerja SWOT, serta perumusan tujuan karir jangka pendek dan jangka panjang; dan (4) evaluasi melalui pre-test, post-test, serta analisis kualitas peta jalan karir yang dihasilkan siswa.
Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk melihat perubahan pemahaman dan kesiapan karir siswa sebelum dan sesudah pelatihan.
Hasil dan Pembahasan
Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki rencana karir yang jelas setelah lulus SMA. Mayoritas siswa menyatakan keinginan yang bersifat umum dan belum terukur, serta mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kelebihan diri.
Setelah mengikuti pelatihan analisis SWOT, siswa mulai mampu mengenali kekuatan dan potensi yang sebelumnya tidak disadari, termasuk keterampilan non-akademik dan minat personal. Selain itu, siswa juga lebih memahami peluang eksternal yang dapat dimanfaatkan serta ancaman yang perlu diantisipasi dalam perencanaan karir.
Pada tahap perumusan SMART Goal Setting, terjadi perubahan signifikan dalam cara siswa menetapkan tujuan. Tujuan yang semula abstrak berubah menjadi lebih spesifik, realistis, dan memiliki batas waktu yang jelas. Hal ini menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir strategis dan orientasi masa depan siswa.
Temuan ini sejalan dengan teori goal setting yang menyatakan bahwa tujuan yang jelas dan terukur dapat meningkatkan motivasi dan kinerja individu. Integrasi analisis SWOT dan SMART Goals terbukti membantu siswa membangun kerangka berpikir sistematis dalam merencanakan karir, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Kesimpulan
Pelatihan analisis diri menggunakan metode SWOT dan perumusan tujuan melalui SMART Goal Setting terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas perencanaan karir siswa SMA. Siswa SMA Tadika Pertiwi menjadi lebih mampu mengenali potensi diri, memahami peluang dan tantangan, serta menyusun tujuan karir yang konkret dan terarah.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis refleksi diri dan penetapan tujuan terstruktur dapat diintegrasikan ke dalam program bimbingan karir di sekolah menengah sebagai upaya menyiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan era digital.
Penulis:
Muhamad Alamsyah
Dian Puspita
Elsa Septyanti
Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang







