MEDAN– Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) di Kota Medan, Sumatera Utara, menjadi korban pencurian disertai kekerasan. Korban terseret pencuri bermotor sejauh sekitar 20 meter saat berusaha mempertahankan uang dan ponselnya. Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV).
Berdasarkan rekaman CCTV seperti dikutip dari Beritasatu.com, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di rumah korban yang berada di Lorong 36, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Dalam rekaman tersebut, pelaku datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor. Ia mengendap-endap masuk ke dalam rumah korban untuk melakukan pencurian. Aksi tersebut diketahui korban, sehingga pelaku berusaha melarikan diri sambil membawa sejumlah uang dan sebuah ponsel milik korban.
Mengetahui barangnya dicuri, korban berusaha mengejar pelaku. Sempat terjadi aksi tarik-menarik antara korban dan pelaku. Pelaku kemudian menyalakan sepeda motornya dan berusaha kabur, sementara korban masih memegang bagian belakang kendaraan hingga akhirnya terseret dan terjatuh.
Pelaku yang sempat membawa ponsel korban akhirnya mengembalikan barang tersebut sebelum melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.
Ayah korban, Dalfan, mengatakan anaknya mengalami luka-luka di bagian kaki akibat terseret di atas lantai batako. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
“Kurang lebih anak saya terseret sejauh 20 meter, dari pagar pintu sampai hampir ke depan gang,” kata Dalfan kepada Beritasatu.com, Minggu (11/1/2026).
Dalfan menyebut pihak keluarga berencana melaporkan peristiwa pencurian disertai kekerasan tersebut ke Polsek Medan Labuhan, Polres Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.







