MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) telah sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan PKM ini dirancang untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan keterampilan manajemen yang relevan tanpa mengharapkan imbalan, sekaligus sebagai upaya memberikan solusi konkret atas permasalahan sosial-ekonomi yang dihadapi warga.
Pelaksanaan kegiatan PKM ini berlangsung pada bulan Desember 2025 yang berlokasi di lingkungan RW perkotaan. Tim PKM dari Program Studi Manajemen S1 Universitas Pamulang ini dipimpin oleh Dian Nurkhayati dengan anggota tim yang terdiri dari Oktria Lingga Fernanda, Yanti Sadita, dan dosen pembimbing Muhammad Gandung.
Adapun tema besar yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Peningkatan Literasi Keuangan Anggota melalui Pengelolaan Arisan Paguyuban yang Transparan dengan Ibu-Ibu PKK”. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di bawah pengawasan dan koordinasi dengan pengurus RW setempat serta melibatkan Ibu-ibu PKK sebagai mitra strategis dalam pendampingan program.
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan utama untuk meningkatkan indeks literasi keuangan anggota paguyuban serta membangun sistem pengelolaan keuangan komunitas yang lebih transparan dan akuntabel.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya literasi keuangan di kalangan ibu rumah tangga tingkat RW, di mana seringkali muncul konflik internal, ketidakpercayaan, dan kesalahpahaman akibat ketiadaan dokumentasi keuangan yang jelas dalam kegiatan arisan. Melalui keterlibatan PKK sebagai penggerak sosial, program ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam mengubah budaya keuangan warga menjadi lebih tertib.
Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, edukatif, dan interaktif yang dibagi ke dalam beberapa tahapan sistematis. Tahapan tersebut meliputi sosialisasi konsep literasi keuangan dasar, edukasi mengenai prinsip transparansi dan akuntabilitas, hingga pelatihan teknis pencatatan arus kas sederhana.
Selain penyampaian materi secara teoretis, tim pengabdi juga memandu sesi praktik langsung (role play/kerja bakti) di mana para peserta diajak menyusun buku kas sederhana dan menyepakati mekanisme laporan keuangan terbuka untuk seluruh anggota paguyuban.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa dan partisipasi aktif dalam setiap sesi diskusi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan perubahan signifikan pada sikap anggota, yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keterbukaan informasi dan kedisiplinan dalam administrasi keuangan.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga berhasil memperkuat ikatan sosial dan rasa saling percaya (social trust) antarwarga melalui transparansi yang diterapkan. Peran Ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan terbukti sangat efektif dalam mendampingi warga menerapkan praktik pengelolaan keuangan yang lebih bertanggung jawab.
Edukasi mengenai pengelolaan arisan yang transparan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada saat kegiatan berakhir, namun dapat menjadi fondasi bagi warga dalam membangun karakter disiplin finansial di masa depan. Dengan meningkatnya literasi keuangan ini, diharapkan masyarakat di lingkungan RW mampu menghadapi tantangan ekonomi rumah tangga dengan lebih baik dan mandiri.
Artikel ini disusun untuk memberikan informasi sekaligus inspirasi bagi khalayak luas mengenai pentingnya penguatan literasi keuangan berbasis komunitas sebagai pilar kesejahteraan masyarakat.
Penulis:
Dian Nurkhayati
Oktria Lingga Fernanda
Yanti Sadita
Dosen Pembimbing: Muhammad Gandung
Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Manajemen







